Proofreader, Sang Peneliti Teks

Masih banyak yang belum paham cara kerja proofreader. Bahkan ada yang mengira tugasnya adalah menulis resensi. Sebutan lain proofreader adalah korektor. Ada yang mensyaratkan berlatar belakang akademis editing, ada yang tidak. Ini berkaitan dengan kode-kode pemeriksaan (saya lupa namanya, pernah dijelaskan dalam sebuah workshop yang saya ikuti) dan mirip steno. Akan tetapi hal ini sudah dapat disiasati dengan fitur Track Changes di Word untuk membedakan siapa mengerjakan yang mana. Tampilannya seperti dalam gambar di bawah ini.

Materi kerja proofreader kadang  berupa hardcopy, kadang softcopy, terutama yang outsource (freelance). Tenggatnya tiga hari sampai dua minggu per naskah.

Dalam hirarki, proofreader berada di bawah editor, namun pekerjaannya sungguh tidak mudah dan membutuhkan kecermatan tinggi. Apa saja yang diperiksa? Berikut kutipan informasi dari seorang editor mengenai tugas proofreader.

1. Ejaan. Secara umum mengacu pada KBBI, namun ada beberapa kata yang merupakan gaya selingkung penerbit

2. Pemenggalan kata. Mengacu pada KBBI.

3. Konsistensi nama dan istilah.

4. Judul dan penomoran bab.

5. Tanda baca.

Menurut Anwar Holid dalam tulisannya di Goodreads Indonesia, tugas proofreader adalah sebagai berikut:

1. Akurasi penulisan (ejaan) kata dan tanda baca.
2. Pemenggalan kata.
3. Ketaatasasan istilah dan gaya yang digunakan dalam naskah.
4. Konsistensi penyajian bentuk naskah:
a. Setting.
b. Penggunaan font (jenis huruf).
c. Judul dan subjudul.
d. Catatan kaki.
e. Nomor dan penempatan halaman (sesuai tidak dengan di isi buku).
5. Kata atau istilah yang perlu ditulis italic.
6. Akurasi penempatan dan urutan catatan kaki.
7. Akurasi catchword (belah kiri: biasanya berupa nama penulis atau judul buku; belah kanan: bagian/bab buku).
8. Membuat isi buku.
9. Membuat indeks (indeks subjek, indeks umum, nama).
10. Ketepatan transliterasi maupun transkripsi.

Langkah kerja proofreading:
1. Memeriksa kelengkapan materi naskah.
2. Mengeja dan memeriksa secara tepat unsur paling vital dalam naskah:
a. Judul dan subjudul.
b. Catchword dan halaman.
c. Pemenggalan kata.
d. Kata atau istilah yang perlu ditulis italic.
e. Akurasi nama orang (contoh, betapa susah mengeja nama ini: Mihaly Csikszentmihalyi), geografi, organisasi, kata asing (contoh: déjà vu, jangan dé jàvu).
f. Ejaan dalam isi buku dan tanda baca kalimat.
3. Memeriksa dummy (cetak coba).

Catatan: agaknya yang dikemukakan di atas adalah tugas proofreader in house.

Umumnya honor editor di bawah penulis, demikian pula proofreader lebih rendah daripada editor, tetapi keberadaannya amat penting. Di sebuah kantor penerbitan, proofreading merupakan tugas seorang asisten editor. Editor kepala kenalan saya menyatakan betapa tidak kecilnya kontribusi sang proofreader tatkala menelisik naskah, sampai-sampai dialah yang merasakan bahwa suatu adegan terasa kurang masuk akal dikarenakan penulisan dan/atau penerjemahannya.

Lumrah saja bila ‘tetek bengek’ seperti titik koma dan huruf besar-kecil menjadi tanggung jawab proofreader sebab editor tidak selalu berurusan dengan teks, melainkan saran konsep promosi, mencari penulis/penerjemah serta berkomunikasi dengannya, menyiapkan SPK untuk diteruskan kepada bagian keuangan, diskusi dengan desainer, dan masih banyak lagi. Apakah tugas proofreader mudah? Bayangkan jika teks di bawah ini harus Anda periksa.

dilla geram bukan main ketika Panitia sebuah Bursa Kerja memungut tarif karcis masuk sebesar 8.000 per orang. tepat di depannya berdiri seorang pria setengah baya memeluk berkas-berkas. diam-diam dilla mundur dari kerumunan di Pintu Masuk. belakangan ia mendengar bahwa perusahaan peserta bursa tersebut hanya sedikit dan lowongan yang tersedia rata-rata sales.

sejak itu dilla berhenti melamar pekerjaan secara langsung ia tak sanggup melihat wajah-wajah penuh harap yagn menjadi pesaingnya.

Atau teks bahasa Inggris dalam kondisi seperti ini

the owls are an order of birds of prey. most are solitary, and nocturnal, withsome exceptions (e.g. the burrowing owl). they are classified in the order strigiformes, in which there are over 200 extant species. owls mostly hunt small mammals, insects, and other birds, though a few species specialize in hunting fish. they are found in all regions of the earth except antarctica, most of

greenland, and some remote islands. though owls are typically solitary, the literary collective noun for a group of owls is a parliament.

 

the living owls are divided into two families, the typical owls, strigidae, and the barn-owls, tytonidae.

contents

 

1 description

 

2 behavior

 

3 evolution and systematics

 

3.1 ogygoptyngidae

 

3.2 protostrigidae

Di beberapa penerbit, penulis diberi copy hasil suntingan untuk diperiksa proof-nya dan dikembalikan sebelum naik cetak dalam tempo relatif singkat.

Seperti halnya penyunting, proofreader pun kerap ‘dituding’ apabila terjadi kekeliruan pada naskah yang ditanganinya setelah berbentuk buku dan beredar di pasaran. Jadi, masihkah Anda menganggap pekerjaan ini enteng?

Publicités

15 thoughts on “Proofreader, Sang Peneliti Teks

  1. Ini pekerjaan berat, lho. Musti telitiiiiii banget.
    Kalau buat aku, proofreader itu ibarat pembaca pertama.
    Dulu waktu masih jadi editor in house, biasanya aku minta feedback dari proofreader. Ceritanya gimana? Seru? Bahasanya gimana? Terjemahannya gimana? Bagus? (Sekalian evaluasi penerjemah :D)

    1. Betul, biasanya para proofreader sangat peka:)
      Aku inget dulu sering gatal, karena ingin mengubah kalimat tapi nggak boleh, hanya nandain dan memberi saran kalau mau:D

  2. Ada satu typo, Rin..

    Di sebuh kantor penerbitan, proofreading merupakan tugas…

    Mungkin maksudnya “Di sebuah …”

    Wahh..aku sepertinya punya bakat jadi proofreader hehe…

  3. Wah, enak ya kalau di penerbit itu ada orang yang khusus in-charge untuk proofreading. Selama ini di penerbit yang pernah kumasuki, proofreading menjadi bagian dari job-desc editor T.T Risikonya, ya masih ada typo yang tertinggal karena sang editor sudah ‘bleneg’ ngeliatin tulisan yang sudah dibacanya 3-4 kali. Hohoho

      1. Wah, waktu itu memang katanya mau di-outsource, Mbak Rini. Coba nanti aku tanyakan lagi, masih mau nyari proofreader gak 🙂

  4. Mbak, izin share di fb-ku yah. It’s worth it! Kepenasaranku tentang Proofreader lumayan terjawab. Oia mbak, kalau reviewer seperti apa ya?
    Thank u

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s