Boleh dan Tidak Boleh Seputar Tes Penerjemah Buku

Boleh

1. Mengirimkan sampel yang berbeda ke penerbit yang berbeda. Tiap penerbit memiliki unggulan masing-masing, misalnya kuat di genre fantasi, atau banyak menerbitkan roman.

2. Mengirimkan sampel terjemahan buku yang kita incar, atau setidaknya belum pernah diterjemahkan penerbit mana pun.

3. Kalau belum pernah/belum berpengalaman menerjemahkan buku, melampirkan sampel terjemahan materi artikel.  Yang penting, pastikan kualitas dan kerapian terjemahannya.

4. Bila ternyata melamar sebagai editor dan tes yang diberikan adalah untuk penerjemah, kita bisa mengoreksi/meminta materi yang benar/sesuai.

5. Mengirimkan hasil tes lebih awal, untuk berjaga-jaga kuota email penerbit meledak karena banyaknya peserta tes.

6. Menanyakan hasil tes setelah beberapa waktu di jalur pribadi.

7. Bila pernah dites dan tidak lulus, ikut lagi saat penerbit membuka lowongan.

8. Melamar walaupun penerbit belum membuka lowongan, meskipun saya sendiri jarang melakukannya:)

Tidak boleh

1. Bekerja sama mengerjakan tes dengan peserta lain atau minta bantuan orang lain menyempurnakannya. Hargailah kesempatan. Kita harus bersyukur tidak perlu datang ke kantor penerbit bersangkutan. Ada kenalan penerjemah yang bercerita harus datang ke redaksi dan menerjemahkan tanpa bantuan kamus saat itu juga.

2. Menawar genre buku pada waktu tes. Melamar berarti siap mengerjakan tes bermateri apa pun.

3. Mempublikasikan hasil tes di blog atau tempat umum mana pun. Percaya atau tidak, saya pernah menemukan peserta tes yang melakukannya. Bayangkan jika editor yang memberi tes membaca postingan tersebut. Konfidensialisme amat penting, karena ada persaingan produk pula di industri buku.

4. Bolak-balik menanyakan hasil tes, apalagi di tempat umum. Tidak ada kabar bisa jadi menandakan kita tidak lulus, namun editor tidak sempat memberi tahu karena banyaknya peserta.

5. Mendiskusikan materi tes (dengan tujuan minta bantuan) kepada orang lain, sesama peserta atau bukan. Mengobrolkannya tidak dilarang, jika tes sudah dikirimkan. Kalau belum, berarti ini tidak jujur. Berlaku juga untuk tes penyuntingan dan proofreading.

6. Mengirimkan lamaran dalam email default alias yang itu-itu lagi. Selalu periksa ulang dan perbarui, jangan sampai salah kirim dokumen karena siapa tahu kita pernah menulis, « Selamat pagi, Mbak ABC… » sementara editor yang dikirimi lamaran adalah pria.

Publicités

4 thoughts on “Boleh dan Tidak Boleh Seputar Tes Penerjemah Buku

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s