(Tips Untuk Penerjemah) Merawat Hubungan dengan Penerbit

Ini berlaku untuk editor freelance juga.

1. Saat bekerja, permudah editor. Sesuai yang disarankan Femmy Syahrani, melampirkan catatan istilah atau glosari jika diperlukan sehingga editor tidak membuang waktu untuk meriset ulang. Teknik ini mengundang acungan jempol para editor yang puas dan bisa dipastikan penerjemah akan masuk daftar favorit guna memperoleh order.

2. Penerjemah jarang sempat membaca naskah lebih dulu sebelum bekerja, demi efisiensi waktu. Namun bila naskah sangat tebal, terkadang ada hal-hal yang baru kita ketahui atau pahami di tengah bab atau bahkan menjelang akhir naskah. Cantumkan perubahan itu agar diperhatikan oleh penyunting. Saya pernah menggarap naskah suntingan seperti ini dan amat terbantu oleh rajinnya penerjemah membubuhkan catatan, antara lain, mengenai perubahan sapaan dalam komunikasi dua orang tokoh.

3. Berikan kesan pribadi (sebagai pembaca dan meminjam kacamata penerbit juga, bila memungkinkan) tentang buku yang diterjemahkan. Saya pernah menandai bagian-bagian yang sensitif untuk digarisbawahi oleh editor, kalau-kalau mengundang pro dan kontra yang ‘membahayakan’ atau bertentangan dengan kebijakan penerbit (misalnya adegan panas yang luar biasa rinci) apabila tidak berwenang mengubah apa pun dalam naskah. Ada baiknya juga memberikan penilaian tentang cerita, kelogisan, kemenarikan, dan potensi pasar yang mungkin bisa direngkuh.

4. Berinteraksi dengan editor di luar kepentingan kerja dalam batas-batas pergaulan yang wajar dan etis, agar tidak berkesan mengontak kalau ‘ada maunya’ saja. Sebagai contoh, membahas buku yang menarik (kalau suka membaca buku impor), tren perbukuan, pengarang yang sedang happening, buku lain hasil suntingan sang editor, atau berdiskusi mengenai buku yang diterbitkan perusahaan tempatnya bekerja.

5. Promosi karya terjemahan. Bukan zamannya lagi beropini ‘Karena saya tidak dapat royalti, saya tidak perlu promosi buku’. Ini amat keliru, lagi pula dampak baiknya toh kita juga yang menikmati. Dari sekian banyak penerjemah buku yang bagus, belum lagi bila kita berhubungan dengan penerbit terkemuka yang memiliki daftar panjang outsourcer, berpromosi adalah salah satu cara agar mereka mengingat kita di kemudian hari (tentu harapannya, dalam jangka dekat). Perhatikan juga rambu-rambu penerbit, dengan kata lain minta pertimbangan jika hendak meng-upload cover dan judul buku. Ada penerbit yang keberatan calon produknya dipublikasikan sebelum selesai cetak atau beredar. Mengabaikan ini berarti membahayakan posisi kita sendiri.

6. Jujur saja kalau di depan mata masih ada tenggat, walaupun tawaran menggiurkan menanti. Sampaikan baik-baik kapan kita ada waktu untuk mengerjakan proyek berikutnya tanpa terkesan sombong atau ‘sok ramai order’. Bila penerbit bersangkutan bersedia mengantre, persilakan dengan senang hati. Namun kalau tidak, jangan kecil hati.

Publicités

2 thoughts on “(Tips Untuk Penerjemah) Merawat Hubungan dengan Penerbit

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s