‘Ramainya’ Penyuntingan Antologi

Bila ditanya mana yang lebih disukai antara menyunting dan menerjemahkan, saya menjawab dua-duanya. Ketika pertanyaan berlanjut, « Mana yang lebih disukai, menyunting naskah terjemahan atau lokal? », dengan mantap saya memilih terjemahan.

Tanpa mengurangi rasa hormat kepada para penulis, masih sedikit jumlah penulis yang bersedia menerima masukan. Klise, tapi nyata. Di samping itu, proses menyunting naskah lokal menjadi lebih ‘berbelit’ dibandingkan menyunting terjemahan dikarenakan komunikasi mondar-mandir dengan penulisnya karena data yang kurang lengkap, cek beberapa hal, atau memang ada kesepakatan bahwa penulis harus menyetujui keseluruhan hasil suntingan. Jika tahap menunggu konfirmasi ini cukup lama (dan biasanya begitu), saya bisa mengerjakan hal lain lebih dulu. Tapi pernah, saking lamanya, saya sudah lupa apa-apa yang dapat ditambahkan sebagai saran pengembangan tulisan dan malah harus ‘mengejar-ngejar’ penulis untuk mengingatkan pemeriksaan.

Walau bukan spesialis, salah satu genre non fiksi yang cukup sering menghampiri meja editan saya adalah antologi alias bunga rampai. Jujur saja, ini kerja ekstra. Tidak mengherankan apabila dalam blognya, Colleen McKee menandaskan syarat utama, Make sure you have the time for this and you really want to do it.

Pada dasarnya saya menyukai kumpulan tulisan yang terhimpun di satu buku, walau lebih sering ditulis oleh satu orang atau maksimal dua. Ketika mem-proofread kumpulan cerpen hasil duet kawan penulis pun, saya merasakan ‘jenjang’ gaya walaupun pola pikir keduanya nyaris senada. Bedanya, antologi ditulis ramai-ramai, kontributornya mencapai belasan bahkan dua puluhan (bila dikoordinir oleh seseorang, yang bisa saja turut menulis dalam buku tersebut) sehingga kerap disebut ‘buku keroyokan’.

Mari kita intip pernyataan para editor antologi hebat di artikel Anthologists Discuss Their Craft yang ditulis Jeremy L.C. Jones, walau tak terbatas pada non fiksi.

What is at the heart of a great anthology?

Ann VanderMeer:  Great stories.  If you don’t have that, nothing else matters.

Jeff VanderMeer:  That, and the passion of the editors. If you don’t leave anything out on the field, so to speak, it tends to show in the anthology.

Sejauh ini, saya tidak pernah bersedia terlibat dalam seleksi cerita atau tulisan, termasuk apabila proyek yang ditawarkan dihimpun oleh penulis dan koordinator sendiri serta belum menemukan penerbit. Menurut saya, tugas yang mirip penjurian itu sudah melebihi kewenangan penyunting. Saya pun tidak menghindari keharusan menolak tulisan seperti di sana. Bila tugasnya disodorkan penerbit, yang sudah memiliki pedoman dan ekspektasi konsep, saya menerapkan cara kerja seperti kala menggarap Jumpalitan Menjadi Ibu.

Menyunting karya asli berarti berurusan dengan karakter penulis yang berbeda-beda. Bisa dibayangkan keragamannya dalam satu buku antologi. Masih menyangkut kebesaran hati kontributor, saya pernah dihubungi via SMS oleh penulis yang marah-marah ketika menerima koreksi pertama. Saya tidak bereaksi dan menganggapnya risiko. Pasalnya, tulisan yang masuk benar-benar ‘tidak bunyi’ meski ia telah diberi kesempatan merevisi. Bahkan saya memerlukan campur tangan Mas Agus untuk membenahi ejaan dan hal-hal dasar.

Perkara disiplin adalah poin penting lain. Berbagai kegiatan penulis, termasuk kesibukan dan pekerjaan masing-masing (tanpa bermaksud menyamaratakan), memengaruhi komitmen kerja mereka. Mengenai mepet tenggat, saya sudah angkat tangan karena sepertinya memang sudah berurat-akar. Tapi saya tidak tahu harus tersenyum atau cemberut ketika seorang penulis yang sudah terlambat setor perbaikan mengirimkan tulisan dengan font warna merah muda. Ketika dicek property file untuk melihat tanggal (karena waktu itu belum menggunakan Track Changes), tanpa sengaja terlihat keterangan tertentu yang menunjukkan bahwa si penulis mengerjakan dadakan di kantornya, sebuah instansi pemerintah.

Demi menjaga ‘panjang usus’, saya memilih memandang beberapa hal ‘unik’ sebagai hiburan. Misalnya kontributor yang sudah diwanti-wanti menulis profil singkat saja, ibarat CV, lebih baik lagi bila relevan dengan isi tulisan. Saya sering menemukan profil di bagian belakang buku yang bersaing dengan panjang tulisan kontributor bersangkutan. Toh, bila sudah mencantumkan URL blog dan email (kalau memang berkenan untuk itu) serta blog tersebut memajang karya-karya secara profesional dan diperbarui, saya pikir cukup. Namun saya tidak bisa apa-apa ketika penulis bersikukuh memasukkan informasi alamat lengkap berikut kode pos, id YM, dan nomor telepon serta nomor ponsel lebih dari satu. Mungkin kali lain saya perlu menerapkan aturan main Ibu Sofia Mansoor selaku koordinator dan penyunting buku Bahtera, yang mensyaratkan penulis menyetorkan profil maksimal 30 kata.

Garis besarnya, penyuntingan antologi non fiksi mencakup aspek-aspek berikut:

1. Memeriksa relevansi cerita dengan tema

2. Memastikan tulisan satu sama lainnya tajam dan berbeda

3. Kalau memungkinkan, sarankan gaya ala cerpen sehingga narasi penuh tidak membuat pembaca jenuh

4. Membagi dalam sub kelompok tulisan, jika diminta oleh penerbit

5. Memeriksa dan meminta penulis menyerahkan biodata singkat

Akhir kata, saya jadi bertanya-tanya, « Kapan ya saya dapat kepercayaan menyunting antologi non fiksi terjemahan? »

Publicités

4 thoughts on “‘Ramainya’ Penyuntingan Antologi

  1. Salut untuk para penyunting antologi yang berkomitmen. Di mataku sebagai pembaca, kadang ada juga yang agak ‘kebablasan’, jadi semua naskah disunting ulang dengan pilihan diksi yang sama. Tapi masih mending daripada antologi yang hasil jadinya tampak begitu mentah, perbaikan EYD pun tak ada -.-‘.

    1. Alhamdulillah kalau sampai nyaris rewrite begitu aku belum pernah, karena sebaiknya setiap penulis melakukan revisi sendiri sehingga bisa mempertanggungjawabkannya. Lagi pula tidak memungkinkan dari segi waktu dan kompensasi, hehehe…

  2. Saya pernah bikin profil yang mencantumkan blog saya saja, eh malah diminta yang panjang, padahal dari blog kan sudah bisa dibaca bagaimana keseharian penulisnya 😀
    btw, sejak ada personal website sendiri, nanti di bio penulis, nomor satu suruh cek website.

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s