Wajah Batik Kian Cantik

Batik identik sekali dengan Indonesia. Banyak orang mengisahkan apabila menerima tamu dari luar negeri atau bahkan berkunjung ke sana, batik menjadi salah satu cindera mata. Kain yang dahulu merupakan perangkat busana para raja dan bangsawan ini sekarang ada di mana-mana. Pada hari tertentu, sejumlah sekolah mewajibkan pelajarnya mengenakan seragam batik. Demikian pula sebagian perusahaan.

Sulit memungkiri akrabnya masyarakat Indonesia dengan kain yang menyejukkan ini. Memakai sarung batik, misalnya, kerap dilakukan di suasana santai dan tidur di seprai batik pun menyenangkan. Di banyak tempat, ibu-ibu menggendong dan mengayun buah hati mereka dengan selendang batik. Belakangan, para desainer dan produsen mengerahkan kreativitas supaya anak muda tertarik mengenakan batik yang kerap dicap formal dan terkesan merupakan busana ‘orang tua’.

Penelusuran ihwal kain batik, yang di antaranya dipotret dalam novel Canting karya Arswendo Atmowiloto, mengantar saya mondar-mandir ke situs web Batik Indonesia. Saya betah ‘menjelajah’ di sana sudah cukup lama. Terkesan oleh kemasannya yang memesona, menikmati pelbagai kreasi yang menjadikan produk batik ini lebih dari sekadar patut untuk dihadiahkan di aneka kesempatan kepada relasi, sahabat, dan pasangan. Saya lebih kerasan lagi menyimak bermacam-macam batik yang bukan semata dihasilkan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ini pun baru saya ketahui secara jelas di web Batik Indonesia, meski pernah menonton tayangan televisi mengenai batik Tasikmalaya. Nama-nama produknya unik, semisal syal batik tulis megamendung mysterious purple dan batik motif kentang ceria.

Ketika menjenguk blognya, sungguh mengharukan karena menyaksikan batik begitu dicintai masyarakat. Ada yang memperlakukannya sebagai ‘pusaka’ dan memajang dengan bingkai, ada yang mengenakannya di pentas seni kampus. Selain cerita para pecinta batik dalam beragam bentuk, blog ini memaparkan seluk-beluk batik yang seru, teknik pembuatan, kemasyhuran di tingkat dunia, dan sikap-sikap pembatik berikut filosofinya yang dapat menumbuhkan pemikiran positif dalam pengembangan diri.

Setelah jalan-jalan ke situs ini, saya semakin menyayangi batik yang bertebaran di rumah, termasuk salah satu sarung yang dibawakan kakak jauh-jauh dari Solo:)

Rujukan: http://www.batikindonesia.com

Publicités

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s