Jalan Panjang Menjadi Editor Lepas

Walaupun saya merintis bidang penerjemahan lebih dulu (sambil menulis), sebenarnya yang lebih saya cita-citakan adalah menjadi penyunting. Ketika kuliah mulai longgar dan tinggal mencari bahan skripsi, saya kerap mencari lowongan proofreader dan editor lepas di berbagai penerbitan di Bandung. Saat itu tahun 1997, saya belum bersentuhan dengan internet, bahkan belum punya email. Situs web penerbit pun belum sebanyak sekarang, atau mungkin saya saja yang tidak tahu. Toh, lamaran-lamaran itu disyaratkan untuk dikirim melalui pos. Seingat saya, ada satu penerbit yang meminta lampiran berupa tulisan singkat ihwal minat menjadi penyunting tersebut berikut alasannya. Sayang, saya tidak menyimpan salinannya sehingga tak bisa tertawa sendiri membaca ulang tulisan itu yang pasti konyol sistematikanya.

Tak terhitung lamaran freelance dan part time, tak pernah ada panggilan. Sekitar tahun 2003 saya magang dulu dengan mem-proof atau menyunting tulisan teman, juga proyek-proyek bersama yang akhirnya malah tidak jadi terbit karena tak kunjung menemukan jodoh. Tentu saja ditambah menyunting tulisan sendiri sebelum diajukan ke penerbit agar tak perlu revisi besar, minimal soal tata bahasanya.

Sekitar tahun 2006, saya terlibat kegiatan suatu komunitas yang ingin memproduksi buku bersama para anggotanya. Mengundang senyum juga kalau diingat, karena saat negosiasi honor, saya menjawab email di depan seorang keponakan yang baru masuk SMP (menggunakan komputernya pula). Sisi menyenangkan tersendiri untuk memberikan wawasan tambahan kepadanya seputar pekerjaan ‘tidak populer’ ini.

Menyunting novel di Pustaka Insan Madani empat tahun lampau bisa dikatakan ‘kejatuhan durian’ untuk editor baru seperti saya. Waktu itu saya ‘hanya’ mengantungi pengalaman sebagai proofreader terjemahan Arab dan beberapa kali menyunting buku atas permintaan pribadi penulisnya, bukan penerbit. Saya dihubungi melalui telepon oleh editor in house yang membaca blog saya (dulu di Multiply), menawarkan pekerjaan menyenangkan tersebut dalam tempo sekitar satu minggu.

Pekerjaan menyunting di Exceed Books (lini Escaeva, Bogor) juga didapatkan tanpa tes. Bermula dari bincang-bincang dengan Chief Editor di YM, membahas segala tren perbukuan sampai musik, datanglah tawaran. Sayang, kelihatannya penerbit ini tidak beroperasi lagi.

Saya belum pernah menempuh tes untuk menjadi penyunting lepas buku karya asli (baca: berbahasa Indonesia). Ketika melamar ke Lingkar Pena dua-tiga tahun lalu, dalam tempo relatif singkat saya diorder menyunting kumpulan esai. Barangkali pertimbangannya adalah karena saya pernah berkontribusi dalam beberapa antologi di penerbit tersebut.

Semula, saya lebih sering menyunting karya lokal dibandingkan karya terjemahan. Dari pengalaman yang belum banyak itu saya mengetahui alasan dulu tidak ‘dilirik’ penerbit-penerbit yang saya kirimi lamaran. Meski saya sudah suka menulis, namun belum ada yang dipublikasikan (termasuk artikel di media cetak) sehingga penerbit tidak ‘mengenal’ saya. Buktinya, saya ditawari menyunting oleh editor suatu penerbitan di Bandung setelah beliau membaca tulisan saya di buku yang diterbitkan lini lain grup perusahaan tersebut. Beruntunglah para calon penyunting dan peminat penyuntingan zaman sekarang, karena tulisan di blog pun bisa menjadi semacam ‘resume’, tentunya bila diperbarui terus dan tertata baik.

Ihwal karya terjemahan tadi, prosesnya terbilang unik. Saya melamar sebagai penerjemah dan tidak lulus tesnya, dijanjikan boleh mengikuti tes lain kali sekiranya ada buku yang cocok. Ketika mengirimkan email untuk itu, tak ada balasan. Setahun kemudian, saya dihubungi editor baik hati yang memberikan tes tersebut dan ditawari menjadi editor. Alhamdulillah, sudah enam buku saya garap untuk penerbit tersebut.

Sampai sekarang, saya dan Mas Agus tidak melulu memperoleh pekerjaan dari tawaran klien. Kami masih menempuh tes dan melamar sekali-sekali, bila sedang kosong dan ada lowongan yang cocok. Meski sulit, menyunting adalah pekerjaan yang menyenangkan:)

Publicités

2 thoughts on “Jalan Panjang Menjadi Editor Lepas

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s