Spring of Kumari Tears dan Proses Kreatifnya

Kumpulan cerpen sastra yang mengantar penulisnya ke Ubud Writers and Festival 2010 ini saya terjemahkan berdua Mbak Nita Candra ke dalam bahasa Inggris. Diterbitkan terbatas oleh Bukukatta.

Proyek ini adalah catatan kerja sama yang amat menyenangkan. Penulisnya, sekaligus pemilik penerbitan yang memproduksi kumcer versi Indonesianya pula, sangat sabar. Kami berbincang-bincang di pengujung tahun lalu ketika buku Mata Air Air Mata Kumari baru sampai di meja saya. Mas Yudhi memahami kesibukan saya dan bersedia menunggu, termasuk ketika saya jatuh sakit di tengah proses penggarapan.

Saya membaca kumcer bahasa Indonesianya sedikit demi sedikit, sembari menyimak ulasan para pembaca di Goodreads. Penyuntingan diserahkan kepada saya juga, maka saya mengusulkan agar melibatkan rekan lain sehingga hasilnya lebih jernih dan objektif. Mas Yudhi setuju dan saya menjatuhkan pilihan tanpa banyak menimbang kepada Mbak Nita Candra, penerjemah seri Uglies (Matahati) dan penyunting White Mughals (Bentang). Yang lebih penting, beliau penggemar horor dan thriller seperti saya. Bahkan lebih tangguh. Mbak Nita sanggup menonton tayangan horor di televisi selama seminggu penuh, larut malam tentunya, tanpa bermimpi buruk. Mungkin tidak banyak yang mengetahui ini karena kiprah Mbak Nita di bidang penulisan mayoritas di genre cerita anak.

Sesuka-sukanya saya pada thriller dan horor, tak urung ada serangan ngilu juga. Mas Agus sudah biasa mendengar saya mendadak memekik ketika sedang mengerjakan terjemahan salah satu cerpen, sedikit demi sedikit. Saya tidak berani bekerja di waktu sendirian di rumah, kecuali terpaksa. Seingat saya, suatu hari Mas Agus keluar, saya sampai sore menghadapi kumcer ini dan hujan petir ditambah angin badai menjadikan suasana kian horor saja. Saya sempat menunda satu cerpen untuk esok paginya karena menggambarkan sosok hantu khas Asia, rambut panjang, wajah pucat, dan gaun putih.

Di situlah keistimewaan fiksi horor yang juga bernuansa sastra ini, membuat penggemar horor seperti kami merinding tak kepalang tanggung. Ide-idenya yang sangat Indonesia (kebanyakan berlokasi Indonesia Timur) pun saya sukai. Sisi baiknya, tentu, saya tidak gemetaran lagi menghadapi adegan sadis di proyek-proyek lain kemudian. Walau sedikit meringis, makan tetap lahap:D

Insya Allah Spring of Kumari Tears akan diikutsertakan dalam sebuah ajang sastra mancanegara tahun depan. Semoga sukses, Mas Yudhi:)

Cerita proses kreatif Mbak Nita bisa dijenguk di sini

Publicités

10 thoughts on “Spring of Kumari Tears dan Proses Kreatifnya

  1. Senang mengerjakan buku ini dengan Rini, senangg banget 🙂
    Btw iya kenapa saya tidak pernah mimpi buruk ya walau doyan horor? *barunyadar*
    Semoga sukses juga utk Mas Yudhi 🙂

  2. Sungguh mati aku jadi penasaraaan…. *dangdutan ;))
    Aku nggak takut baca cerita horor. Cm nggak mau sendirian di rumah kalo lg bacanya, hahaha…. Asli penasaran. 😀
    Selamat ya, Rin, Mbak Nita. Keren deh. Semoga menang dlm festival nanti.

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s