Crossing Over (2009)

wikipedia.org

Ini DVD kelima yang membuat hati deg-degan ketika memutarnya, berhubung yang empat lagi tidak jalan. Saya mengira filmnya bermuatan banyak laga, ternyata sangat drama. Seperti biasa, saya suka banyak tokoh dan latar yang akhirnya dipertemukan satu sama lain, meskipun Mas Agus merasa pusing menontonnya:)

Potret multiras yang dihadirkan film ini mengingatkan saya sedikit-banyak pada Crash yang banyak dipuji itu. Namun Crossing Over, sebagaimana judulnya, menitikberatkan pada masalah status kenegaraan orang-orang yang mengadu nasib di Amerika demi meraih impian. Dalam salah satu dialognya, disampaikan bahwa Amerika adalah bangsa yang terbuka. Menjadi warganegara Amerika memang tidak menjamin kesuksesan, namun membuka lebih banyak peluang.

Harrison Ford memerankan Max Brogan, seorang polisi bagian imigrasi. Ia menggerebek sebuah pabrik garmen dan menangkap beberapa karyawan gelap di sana bersama rekannya, Hamid Baraheri (Cliff Curtis). Max terpaksa menggelandang seorang wanita Meksiko yang masih muda dan cantik, Mireya Sanchez, yang menitipkan pesan agar anaknya diselamatkan karena tak seorang pun mengurusnya. Semula Max mengabaikan permintaan itu, namun hati nuraninya terganggu. Sungguh menyentuh hati kala Max membersihkan wajah bocah bernama Juan tersebut serta mengganti pakaiannya.

Max diperkenalkan Hamid kepada keluarganya, imigran dari Iran. Salah satunya Zahra, kakak perempuan Hamid, dan Farid, adiknya yang menjadi pengacara. Di belahan kota Los Angeles lain, Gavin Kossef (Jim Sturgess), seorang pemuda Yahudi, berjuang memperoleh green card bersama kekasihnya, wanita Australia yang mencoba peruntungan di dunia film, Claire (Alice Eve). Gavin sangat menyukai musik dan merasa bisa mencari nafkah dengan kemampuan itu, tetapi ia juga harus belajar bahasa Ibrani lebih dalam.

Sementara Claire apes menghadapi birokrasi Imigrasi dan bernegosiasi dengan seorang pejabat departemen yang tak sengaja ia tabrak mobilnya, Cole Frankel (Ray Liotta). Demi green card, perempuan itu rela tidur dengan Cole yang sebenarnya sudah menikah.

Masih seputar imigrasi, Denise (Ashley Judd) mencoba mencarikan orangtua baru bagi seorang gadis kecil berkulit hitam yang kehilangan ibu. Denise juga harus turun tangan kala seorang gadis India berjilbab yang baru berusia 15 tahun, Taslima Jahangir, dianggap membahayakan bagi Amerika karena menulis makalah seputar peristiwa 11 September untuk tugas sekolahnya.

Ada lagi sebuah keluarga Korea. Putra sulung mereka terombang-ambing antara pergaulan yang tidak baik dan harapan orangtua untuk mencapai masa depan lebih cerah, ketimbang berada di Seoul. Di sini saya makin yakin bahwa pembelajaran bahasa paling mudah terserap adalah kata-kata umpatan. Remaja Korea dan teman-temannya ini fasih sekali mencaci maki dan bersumpah serapah, walau aksennya tetap kental.

Apa persamaan orang-orang ini? Mereka menuju satu hari penting: netralisasi atau peresmian menjadi warganegara Amerika. Ada yang berhasil meski terseok-seok, ada yang menempuh jalan lurus dan mendapat imbalan setimpal, ada yang sudah pontang-panting tetapi tetap harus pergi, dirasa adil ataupun tidak. Siapa saja? Silakan tonton Crossing Over yang menawan ini, yang ternyata dibesut Wayne Kramer, seorang imigran dari Afrika Selatan.

Rating: 3/5

Publicités

2 thoughts on “Crossing Over (2009)

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s