Judul Berjudul

Catatan: pindahan dari blog lama tahun 2008

Saya ingin bercerita sedikit mengenai
perubahan judul dalam karya berupa artikel atau buku.
Alhamdulillah, sebagian besar tulisan saya yang berbentuk esai dan
cerpen sejauh ini ‘lolos’ judulnya. Beberapa di antaranya adalah:
1. Sandal Sinta (cerita anak)

2. Ketika Lala Benci Sekolah (cerita anak)

3. Gairah Warnet Kota Kembang (artikel)

4. Asal Bos Senang (artikel karir)

5. I’m Gonna Make You Love Me (cerpen dewasa)

6. Satu Sangkar Dua Burung (cerpen remaja)

7. Pengantin Santai (esai)

Justru artikel pertama saya yang dimuat di HU Pikiran Rakyat-lah yang
diubah judulnya. Itu dikarenakan tulisan saya mengenai Sharon Stone
digabungkan dengan tulisan orang lain mengenai Mira Sorvino. Hasilnya
jauuuuh dari konsep awal, menjadi: Siapakah Wanita yang Paling Seksi,
Sharon Stone atau Mira Sorvino?
Waks..untung nama saya disingkat dan
ditulis kecil di akhir artikel.

Ulasan film pada tahun 2000 di koran yang sama pun berubah total,
dicocokkan dengan ‘penyesuaian’ oleh redaktur di bagian akhir artikel.
Saya lupa judul aslinya, yang pasti mengandung kata ‘Arogansi Amerika’
dan disulap jadi ‘End of Days Hanyalah Khayalan Sineas Amerika’.

Buku Rahasia Sukses Bekerja Tanpa Kantor semula berjudul Bekerja Tanpa
Kantor
. Penerbit membicarakan perubahan ini lebih dahulu, dan
alasannya cukup dipahami. Nama-nama Islami Pilihan Untuk Si Buah Hati
juga kreasi editor, seperti halnya Tips Nyaman Berponsel-ria. Tidak
masalah, mengingat judul dari saya masih standar banget dan kurang
‘menohok’ perhatian. Happy-Go-Lucky awalnya adalah Kutu Loncat.
Setelah melalui diskusi dengan editor, saya menambahkan sub judul
Bekerja dengan Cinta dan disetujui.

Sebuah draft non fiksi kumpulan esai yang pernah diproses di sebuah
penerbit tiga tahun lalu dikritik habis penjudulannya oleh editor.
Saya tak bisa mengatakan judul aslinya, sebab sedang disiapkan untuk
dicetak oleh penerbit lain:) Yang terang, editor di penerbit
sebelumnya menilai pilihan judul saya – terutama untuk esai-esai di
dalamnya – seperti film Indonesia jaman dulu. Wajar saja karena
penerbit itu memproduksi buku-buku berkaver dan judul serba gaul. Toh,
ketika saya alihkan, penerbit yang sekarang tidak bermasalah dengan
ketentuan judul saya. Namun bukan berarti saya menarik naskah tersebut
karena judul semata, lho:)

Intinya, perubahan judul selalu bisa dibicarakan kenapa dan bagaimana.
Ada subjektivitas menyangkut kemenarikan suatu pokok bahasan.
Sejauh alasan editor dapat diterima, berubah tidak jadi soal. Kalau
menyangkut media cetak, memang sulit, mungkin karena tenggat harian
sehingga tak sempat berkomunikasi dengan penulis.

Publicités

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s