A Cry in the Night (Tangisan di Malam Hari)

gramedia.com

Penulis: Mary Higgins Clark

Penerjemah: Rahartati Bambang

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Cetakan: 1, 1997

Tebal: 448 halaman

ISBN: 979-605-512-0

Harga: Rp 32.000,00

Hati perempuan mana yang tidak luluh tatkala seorang lelaki tampan mengulurkan tangan untuk menggendong salah satu anak balita yang dibawanya berlari dalam udara dingin menuju rumah? Apalagi kemudian pria tersebut menunjukkan perhatian berlimpah ruah, mulai dari menemani anak-anak tidur, menggantikannya memasak makan malam karena menilai ia telah cukup letih bekerja, dan menyatakan akan mengadopsi kedua putrinya secara legal setelah mereka menikah.

Perempuan itu adalah Jenny, seorang lulusan seni rupa yang membanting tulang di galeri sementara mantan suaminya hanya tahu meminta bagian dengan dalih meminjam di hari gajian. Sebagai aktor yang belum lagi memiliki nama, Kevin MacPartland memang tak mungkin diharapkan menopang kehidupan mereka sekeluarga. Sedangkan pria yang menawarkan kehangatan yang didamba sekian lama ialah pelukis sukses yang belum pernah jatuh cinta seumur hidupnya, Erich Krueger.

Lamaran disambut, Jenny mengawali hidup baru bersama kedua putrinya di peternakan luas milik keluarga Krueger. Namun di sanalah sang suami yang membanjirinya dengan cinta dan memperlakukannya bagai ratu menampakkan seringai tersembunyi. Ia mengganti kertas dinding hanya karena noda kecil, melarang Jenny berbicara dengan lelaki lain terlalu ramah, menjatuhkan hukuman secara emosional, bahkan memperlakukan kamar masa kecilnya sebagai tempat keramat. Sejumlah karakter yang mengingatkan saya pada film Sleeping With The Enemy kendati tak ada kekerasan fisik terjadi.

Jenny terpukul kala mantan suaminya, yang memang pernah mengusik mereka dengan kebiasan lama, ditemukan tewas. Petunjuk-petunjuk yang ada mengarah pada Jenny. Ia terpojok karena masyarakat selama ini mengenalnya sebagai janda cerai mati. Ia terbelenggu, kebingungan, bahkan tak kuasa menyampaikan pada suaminya tentang putra mahkota Krueger berikut yang menghuni rahim. Teror demi teror membuat Jenny mempertanyakan kewarasannya sendiri, terlebih banyak saksi menyatakan melihat dirinya pada malam-malam naas tersebut. Di sisi lain, tidak sedikit orang mengaku mendapati mendiang Caroline, ibu yang sangat dipuja-puja Erich, berkeliaran di sekitar rumah. Sosok sang ibu memang dihubungkan dengan perilaku tak lazim seniman ternama dan kaya raya itu. Konon ia terpukul karena melihat Caroline tewas terpanggang kabel listrik di kolam sewaktu masih kecil.

Bahan baku yang digunakan Mary Higgins Clark sebenarnya bukan hal baru. Ia mengombinasikan ‘cinta secepat kilat’ dengan bumbu dunia seni lukis yang, bagi orang-orang seperti saya, dapat menguarkan aroma horor. Berpadu dengan penerjemah yang menghayati isi naskah, cerita berderap cepat dan mencengkeram sempurna. Pembaca ikut tercekik, ketakutan, akan tetapi tidak berani memejamkan mata karena halaman demi halaman membeberkan potongan teka-teki yang perlu dipecahkan. Kembali, kepingan unsur psikologis yang diracik ke dalam novel thriller ini menjadikan A Cry in the Night sukses membuat saya menahan napas sampai bab penutupnya.

Pesannya sangat jelas, supaya perempuan tidak mudah jatuh cinta. Dan bagi para orangtua, agar tidak mengabaikan keganjilan-keganjilan polah anak.

[rating=4]

Publicités

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s