Yang Membuat Penerjemah Kerasan

Kembali, ini berdasarkan pengalaman saya pribadi. Saya yakin pengalaman teman-teman seprofesi tidak kalah menariknya.

  1. Tawaran diskon dari editor apabila membeli buku terjemahan sendiri secara langsung (melalui editor tersebut) atau buku lainnya yang diproduksi penerbit bersangkutan. Ini sangat menguntungkan mengingat tidak semua buku didistribusikan merata, dan kadang ada judul tertentu yang cepat habis karena laris. Saya tidak bisa memungkiri bahwa memiliki buku incaran sewaktu masih hangat dari percetakan sungguh luar biasa rasanya.
  2. Diskusi sepanjang proses penggarapan. Masalah selingkung, pemilihan kata atau padanan, istilah, bagian-bagian yang perlu dihaluskan atau disesuaikan berikut caranya, semua memperkaya pengalaman, wawasan, serta mempererat hubungan kedua belah pihak. Dengan demikian penerjemah dan editor tidak berdiri sendiri-sendiri ketika ada pembaca mempertanyakan hal tertentu.
  3. Pemilihan buku yang akan dikerjakan baik dari segi judul, tema, maupun genre/pengarang. Walaupun saya tidak menentukan spesialisasi, sungguh senang ketika editor bertanya, « Ada buku YA drama. Mau? » atau « Mau judul A atau judul B? »
  4. Kemudahan negosiasi tenggat. Memang ada penerbit yang mengharuskan buku tertentu selesai lebih cepat karena mengejar momentum, dan itu berpulang pada kita sendiri.
  5. Ketidakkakuan sistem kompensasi. Rasanya tidak ada penerjemah yang sekonyong-konyong dibayar super tinggi, namun penerbit yang memberlakukan kenaikan secara bertahap (dan kebanyakan memang begitu) adalah relasi yang amat perlu dipertahankan.
  6. Pengertian bahwa saya adalah penerjemah lepas, bukan karyawan mereka. Maka pertanyaan yang diajukan adalah, « Gimana, ada kesulitan? » atau malah santai-santai saja sampai saya sendiri yang meminta waktu konsultasi atau diskusi, bukannya « Sudah selesai? Gampang kan? » dan pertanyaan-pertanyaan lain yang bersifat ‘menuntut’.
Publicités

2 thoughts on “Yang Membuat Penerjemah Kerasan

  1. Mungkin saya bisa tambah no. 7: waktu pembayaran yang ga diolor2, hehe…

    Saya juga paling suka kalo editor menawarkan beberapa pilihan buku yg bisa diterjemahkan.

    BTW aku izin link blognya ya mba 🙂

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s