Serunya Menyunting 100 Masjid Terindah Indonesia

Penulis : Teddy Tjokrosaputro & Aryananda

Editor : Triani Retno A & Rini Nurul Badariah

Koord. Riset: Edith Susanto

Koord. Foto : Yudhono Arie

Layout : Rama Chandravijaya

Cover : Rama Chandravijaya

Penerbit: Andalan Media, Agustus 2011

Tebal : 209 halaman

Salah satu impian saya di dunia perbukuan adalah mengerjakan buku yang bisa menjadi referensi atau, minimal, mengabadikan elemen penting terkait Indonesia. Di sisi lain, selaku penyunting yang kerap berkerut kening agar tidak ada kekeliruan terlewatkan dalam naskah, saya merindukan kerja yang menggembirakan. Tentu bukan berarti leha-leha.

Saat tawaran berkolaborasi menyunting ini datang, Mbak Eno, penulis produktif sekaligus salah satu editor yang tengah menanjak namanya, sudah tahu ‘spesifikasi’ (kalau tak hendak disebut syarat) yang saya berlakukan. Semisal, tenggat sebisa mungkin masuk akal kecuali naskahnya tidak memerlukan banyak perombakan. Dan itulah yang terjadi. Pengerjaan awal disepakati sekitar satu bulan mengingat penyusunnya adalah penulis berpengalaman.

Yang membuat deg-degan adalah proses penyuntingan secara angsur. Meski naskahnya relatif mulus (yang berarti tantangan untuk melebihbaguskan agar tulisan demi tulisan tidak terasa monoton), kendala kerja cicilan adalah konsistensi istilah. Saya mondar-mandir bertanya akan beberapa kata yang digunakan pada Mas Agus. Bahan ‘konsultasi’ lainnya tentu saja berupa buku-buku, antara lain Arsitektur Masjid terbitan Bentang Pustaka yang saya peroleh sebagai hadiah lomba resensi beberapa tahun lalu. Saya merasa bersyukur karena pernah menggemari bacaan berbau interior ketika sedang senang-senangnya menata rumah, kendati tidak banyak yang menempel. Pernah juga saya mengajukan pertanyaan pada Lulu, editor yang berlatar belakang arsitektur.

Dua jempol secara khusus saya sampaikan kepada Mbak Eno, editor yang sangat serius dan apik. Di samping negosiasi yang canggih, penulis yang sempat saya editori di buku Jumpalitan Menjadi Ibu ini sangat terbuka menerima masukan. Salah satunya kata ‘lega’ yang beberapa kali diganti ‘lapang’ agar lebih pas. Kami pun bahu-membahu menuliskan sub judul beberapa tulisan. Hati saya kerap dialiri rasa haru yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata ketika menyimak cerita sejumlah masjid, tak urung bangga pula karena Masjid Raya Bandung termasuk yang diliput buku ini.

Ketelitian Mbak Eno tecermin sampai tahap akhir, yaitu cek proof final. Beliau memaklumi jika saya tidak hendak terlibat mengingat tenggat sempat mundur karena satu dan lain hal. Tapi saya tak mau melewatkan kesempatan belajar yang berharga, terlebih dengan izin Allah, segala sesuatunya dimudahkan. Pekerjaan yang sudah terjadwal sebelumnya rampung jauh sebelum tanggal yang ditetapkan. Dan memang tidak ‘rugi’. Proof berupa naskah hasil setting dengan foto-foto menawan membuat saya makin semangat bekerja.

Sungguh, ini salah satu proyek yang membahagiakan dan paling berkesan. Alhamdulillah:)

Publicités

10 thoughts on “Serunya Menyunting 100 Masjid Terindah Indonesia

  1. saya mendengar cerita dari teman dekat saya tentang buku ini. subhanallah… indah sekali. saya akan mengunjungi satu persatu masjid yang ada di buku ini, Insya Allah. dimulai dari jawa, tepatnya di malang.

  2. Subhanaallah …. bukunyanya cantik banget …. Bangga banget di negara kita banyak Masjid yang indah – indah …..

  3. Saya Boleh tahu, bahan kertas apa yang digunakan, nama dan ketebalannya, saya bermaksud ingin mencetak Buku dengan bahan yang sama dengan Buku ini..terimakasih

    1. Menurut informasi, jenis kertasnya matte paper. Ketebalannya, maaf, saya tidak tahu. Mungkin bisa ditanyakan ke penerbit.

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s