Pria-pria dalam Fiksi yang Membuat Saya ‘Jatuh Cinta’

123rf.com

1. Mr. Darcy (Pride and Prejudice). Memang saya menonton filmnya lebih dulu dan versi BBC, namun Colin Firth – yang kemudian menjadi salah satu aktor favorit saya – sangat pas menghayati karakter Darcy yang terkesan dingin dan angkuh padahal baik hati.

2. Rodolfo Rossi (City of Masks). Kehadirannya bukan peran utama, namun tidak bisa dianggap remeh. Tidak banyak lelaki yang mau menerima istri apa adanya, berwibawa, dan sangat mengasihi buah hati mereka. Rodolfo juga amat welas asih kepada Luciano, sang Stravagante muda.

3. Joe (When God was A Rabbit). Kakak Elie yang unik, nyentrik, dan membuat adiknya tak pernah merasa sendirian. Bahkan Elie rela ‘berbagi’ sang abang dengan sahabatnya, Jenny Penny. Salah satu yang paling mengesankan adalah saat Joe mencarikan teman yang dinilainya tepat untuk adiknya, yakni god si terwelu.

4. Luke Brandon (Shopaholic Series). Ganteng sih jelas. Ia bukan pria ‘sempurna’, namun pasangan yang amat cocok untuk Becky. Saya masih geli mengingat protes Luke tatkala Becky menulis surat tanda perpisahan yang konyol dan berkomentar, « Memangnya kita selama ini apa? Membuat simpul? » Pembelaan Luke terhadap Becky di depan mantan kekasih yang mencoba menggodanya patut diacungi jempol.

5. Jack Harper (Can You Keep A Secret?). Saat memergoki Emma Corrigan melakukan ‘kreasi’ yang membuatnya malu sendiri di kantor, Jack tidak mengatakan apa-apa. Namun yang sulit saya lupakan ialah sikap tenang Jack kala menyamar sebagai ‘teman kantor’ Emma di depan keluarga bawahannya itu dan membongkar kekejaman sepupunya yang selama ini dipuja-puji.

6. Heathcliff (Wuthering Heights). Banyak yang menganggapnya monster, tetapi bagi saya Heathcliff adalah korban cinta dan ketidakadilan yang patut diberi simpati. Karakternya keras dan karena pria inilah, Wuthering Heights sukses menjadi dark romance yang tak aus dimakan waktu.

7. James Nolan dan Dan (Recipes for Perfect Marriage). Dua suami yang tidak mendapat cinta semestinya dari istri masing-masing, karena para istri terlalu asyik dengan romantisme masa silam. Sepanjang buku saya gregetan.

8. Josh (Jill and Jill). Ini alasannya: « Baiklah,  » Josh setuju. « Tapi aku juga ingin kau tahu, jika kita tidak pernah jadi orangtua, aku tidak apa-apa. Yang penting adalah kita tetap bersama. » (hal. 267)

9. Nick Ryves (Demon’s Lexicon). Belum bisa dikatakan pria mungkin, karena masih remaja dan baru berumur enam belas tahun. Kepribadiannya cenderung sinis, meledak-ledak, tapi yang paling menarik bagi saya adalah disleksia-nya. Selain kemampuan Nick bertarung.

10. Alan Ryves (Demon’s Lexicon). Ia terkesan kelewat baik sehingga ‘menggemaskan’. Pengorbanannya yang besar dan ketabahan Alan hingga sanggup memendam rahasia keluarga membuatnya tak kalah menawan dari sang adik.

11. Alex (When Rainbows End). Tipe lelaki yang pantas menjadi sahabat sejati sehingga layak dinanti.

12. Lantip (Para Priyayi). Ketegarannya luar biasa, padahal selama membaca novel Umar Kayam tersebut air mata saya tidak berhenti mengalir. Bila berada di posisinya, saya tak akan mampu sekuat Lantip.

13. Senja (Mencari Tepi Langit). Salah satu pemikirannya, “Adakalanya seorang laki-laki memang perlu menjadi androgini. Laki-laki yang menangis.”

14.  Raka dan Nathan (Let Go). Dua sahabat yang membuat saya tertawa sekaligus meneteskan air mata. Salah dua karakter remaja yang menunjukkan kepiawaian Windhy Puspitadewi mengolah novel teenlit secara tak biasa.

15. Karna (Mahabharata). Versi mana pun tetap menjadikan saya trenyuh. Karna yang terbuang dan selalu dipandang sebelah mata. Darah saya ikut mendidih ketika ibunya menyuruh kesatria ini mengalah pada sang adik, sekaligus bersedih ketika Karna terkena kutukan yang membuatnya tewas di tangan Arjuna.

Publicités

2 thoughts on “Pria-pria dalam Fiksi yang Membuat Saya ‘Jatuh Cinta’

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s