Perlunya Belajar dari Terjemahan (Fiksi) Klasik

123rf.com

« Ah, untuk apa belajar klasik? Saya menerjemahkan buku kontemporer, kok. »

Hati-hati dengan pernyataan ini. Apa yang Anda lakukan kalau sudah telanjur melontarkannya kemudian tahu-tahu bertemu novel fantasi bertema dunia paralel yang melompat ke zaman dahulu kala? Memang tidak ‘sepelik’ klasik ‘murni’, namun gaya bahasanya hampir sama, terutama dalam dialog.

« Ah, tapi kan tidak setiap hari saya bertemu tema buku seperti itu. »

Alasan saya mengemukakan buku klasik untuk belajar menerjemahkan adalah kemudahan mengakses materinya. Salah satu metode, yang saya alami, guna mengasah penerjemahan adalah belajar dari buku asli dan hasil terjemahan yang sudah terbit. Mengingat buku ‘modern’ sukar diperoleh dan kalaupun ada harganya cukup mahal, klasiklah yang cocok untuk dilirik. Kita semua tahu bahwa sekarang ini buku klasik masih naik daun, bahkan tersedia beberapa pilihan dari lebih dari satu penerbit. Materi aslinya masih ada di internet.

Berikut beberapa contoh hasil nukilan.

« I want you should take her to my sisters’ in Riverboro, » she said. « Do you know Mirandy and Jane Sawyer? They live in the brick house. »

Lord bless your soul, he knew ’em as well as if he’d made ’em!

« Well, she’s going there, and they’re expecting her. Will you keep an eye on her, please? If she can get out anywhere and get with folks, or get anybody in to keep her company, she’ll do it. Good-by, Rebecca; try not to get into any mischief, and sit quiet, so you’ll look neat an’ nice when you get there. Don’t be any trouble to Mr. Cobb. –You see, she’s kind of excited.–We came on the cars from Temperance yesterday, slept all night at my cousin’s, and drove from her house–eight miles it is–this morning. »

Rebecca of Sunnybrook Farm (Kate Douglas Wiggins) dari situ

« Tolong antarkan anak ini ke tempat saudara saya di Riverboro, » ujarnya. « Kenalkah Anda Mirandy dan Jane Sawyer? Mereka tinggal di rumah bata. »

Tuhan memberkati, Mr. Cobb sangat mengenal mereka!

« Yah, anak ini akan ke sana, dan mereka menantikannya. Bisakah Anda menolong saya mengawasinya? Kalau bisa keluar,  dia bakal pergi ke mana saja atau meminta siapa pun menemaninya.”

“Selamat jalan, Rebecca! Jangan nakal, dan duduk tenang, supaya kau kelihatan rapi dan manis begitu sampai di sana. Jangan membuat susah Mr. Cobb. Anda lihat kan, dia sangat lincah. Kami naik kereta api dari Temperance kemarin, menginap di rumah sepupu saya. Pagi ini kami berkereta sejauh tiga belas kilometer dari rumahnya.”

Terjemahan Hanny Iskadarwati, penerbit Orange Books.

 

This is the forest primeval. The murmuring
pines and the hemlocks,
Bearded with moss, and in garments green,
indistinct in the twilight,
Stand like Druids of eld.

(A Tree Grows in Brooklyn – Betty Smith).

Inilah hutan mula-mula. Gumaman

pinus serta hemlock,

Berjanggut lumut, dalam balutan kain hijau,

tampak samar kala senja,

Tegak seperti Pendeta-Pendeta Celtic tua.

Penerjemah: Rosemary Kesauly. Penerbit: Gramedia Pustaka Utama.

 

« You was pups together, » his father told him, « ten year gone, when you was two year old and her a baby. You hurted the leetle thing, not meanin’ no harm. She cain’t bring herself to trust you. Hounds is often that-a-way. »

(The Yearling – Marjorie Kinnan Rawlings)

« Kalian berdua sama-sama kecil, » kata ayahnya, « sepuluh tahun lalu, saat umurmu dua tahun dan dia masih kecil. Kau menyakiti si kecil malang itu tanpa sengaja. Dia jadi tidak percaya padamu. Anjing berburu seringnya seperti itu. »

Penerjemah: Rosemary Kesauly. Penerbit: Gramedia Pustaka Utama.

 

‘Thrushcross Grange is my own, sir,’ he interrupted, wincing. ‘I should not allow any one to inconvenience me, if I could hinder it – walk in!’

Wuthering Heights – Emily Bronte

 

« Thrushcross Grange milik pribadi saya, Tuan, » tukasnya sambil mengernyitkan dahi. « Saya tidak akan membiarkan seorang pun mengganggu kehidupan saya, selama saya bisa mengatasinya. Silakan masuk! »

Penerjemah: A. Rahartati Bambang Haryo. Penerbit: Qanita

 

« Lor bless her heart, no! » interposed the nurse, hastily depositing in her pocket a green glass bottle, the contents of which she had been tasting in a corner with evident satisfaction. « Lor bless her dear heart, when she has lived as long as I have, sir, and had thirteen children of her own, and all on ’em dead except two, and them in the wurkus with me, she’ll know better than to take on in that way, bless her dear heart! Think what it is to be a mother, there’s a dear young lamb, do. »

Oliver Twist – Charles Dickens.

« Tentu tidak! Tuhan, berkatilah jiwanya …, » timpal sang perawat sambil buru-buru memasukkan botol kaca hijau ke sakunya. Isi botol ini sedari tadi dicicipinya di pojok dengan ekspresi puas yang kentara sekali.

« Tuhan, berkatilah jiwanya. Saat dia sudah hidup selama saya, Tuan, dan punya tiga belas anak, dan semuanya meninggal kecuali dua orang yang tinggal di rumah sosial bersama saya, dia pasti tahu sebaiknya tidak boleh berbuat begitu. Terberkatilah jiwanya! Pikirkan indahnya menjadi seorang ibu, itulah yang dilakukan seorang perempuan muda. »

Penerjemah: Reni Indardini. Penerbit: Bentang.

Semoga bermanfaat:)

Publicités

4 thoughts on “Perlunya Belajar dari Terjemahan (Fiksi) Klasik

  1. Hai Mbak Rin..Infonya bermanfaat skali, tks yah. 🙂

    Saya mau naya2 dong Mbk. Mbk penerjemah freelancer yah? Apa utk itu perlu license khusus? FYI, saya baru lulus SMK, tapi saya sudah lulus LIA sampai level high-intermediate. Saya kepengeeen banget jadi freelancer translator juga. Kalau kayak gitu gimana yah?
    Pls infonya. 🙂

    Tks.

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s