One Day (2011)

Sumber foto

« I love you, Dexter. Very much. I just don’t like you anymore. I’m sorry. »

Bisakah sebuah persahabatan bertahan? Berapa lama seorang wanita dapat menyimpan perasaannya kepada seorang pria yang telah tahu bahwa ia menaruh hati sejak lama?

Tidak mudah mengolah konsep drama romantis yang masih digemari penikmat film berbagai usia sekaligus berusaha menghadirkannya semudah mungkin dicerna. Persahabatan antarlawan jenis yang berbau hubungan fisik sudah muncul dalam Friends with Benefit dan No Strings Attached, barangkali dalam bahasa anak muda beberapa tahun lalu disebut Hubungan Tanpa Status (HTS). Tapi Emma Morley (Anne Hathaway) memang naksir teman sekampusnya, Dexter Mayhew (Jim Sturgess) yang memesona. Tahun demi tahun berganti, mereka bersahabat dan bertemu orang lain. Masing-masing punya karier, kendati tidak bisa dibilang beruntung.

Mengapa demikian? Dexter memang terkenal dan sukses menjerat banyak wanita, namun profesinya sebagai presenter TV tayangan tengah malam mengundang cemooh serta keprihatinan. Emma memilih pekerjaan karena harus bertahan hidup, kendati Dexter tahu ia memendam bakat menjadi penulis. Porsi cerita lebih banyak diteropongkan pada Dexter.

Yang membuat film ini istimewa, bukan sekadar upaya menahan hati, cemburu, flirting dan sejenisnya antara dua orang dewasa. Emma dan Dexter, dengan persahabatan mereka, berjuang menjalani hidup dengan problematikanya. Irisan waktu yang beralih terasa pas, tak banyak kata ‘hambur’, cukup ekspresi guna menunjukkan sesuatu yang terjadi. Terutama yang menyedihkan. Mungkin bisa dikatakan, One Day cocok untuk kita yang jemu berlinang air mata berlama-lama, mengajari kita tersenyum akan kecerobohan sendiri dan belajar dari kesalahan kemudian bangkit. Konflik persahabatan serta antarpasangan juga disuguhkan dengan baik. Saya juga tertegun ketika seseorang (kalau disebutkan akan jadi spoiler) berkata, « Those who can, do. Those who can’t do, teach. » Di samping itu, kalimat yang saya sukai adalah, « Now I worry you’re not very nice anymore. »

One Day tidak terjebak menjadi klise. Pesannya sangat kentara, hidup harus berlanjut, dan pasti ada maknanya. Ada orang yang membutuhkan kita di sampingnya.

Jim Sturgess sukses ‘bermetamorfosa’ setelah kesan ringkihnya di film The Other Boleyn Girl, dan Anne Hathaway naga-naganya menjadi ratu drama romantis (mungkin komedi romantis juga?) di mata saya.

Skor: 4/5

 

 

Publicités

4 thoughts on “One Day (2011)

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s