Behind The Book: Pollyanna Grows Up

Ini postingan yang terlambat dan saya sudah lupa persisnya proses kreatif yang dijalani ketika menerjemahkan sekuel Pollyanna tersebut. Saya kutipkan saja beberapa kalimat yang amat impresif.

Desain cover: Ella Elviana

« Up here
everything is so real and true that we, too, can be our real true
selves–not what the world SAYS we are because we are rich, or poor,
or great, or humble; but what we really are, OURSELVES. »

Saya terjemahkan:

« Di sini semuanya serba nyata dan alami, dan kita dapat menjadi diri sendiri—bukan seperti KATA orang bahwa kita kaya, miskin, hebat, atau rendah hati, tapi kita memang DIRI KITA SENDIRI. »

 

« Well, you see, auntie, clocks ARE accommodating things, when you stop
to think about it. I found that out long ago at the Sanatorium. When I
was doing something that I liked, and I didn’t WANT the time to go
fast, I’d just look at the hour hand, and I’d feel as if I had lots of
time–it went so slow. Then, other days, when I had to keep something
that hurt on for an hour, maybe, I’d watch the little second hand; and
you see then I felt as if Old Time was just humping himself to help me
out by going as fast as ever he could. Now I’m watching the hour hand
to-day, ’cause I don’t want Time to go fast. See? »

Saya terjemahkan:

« Begini, Bibi, jam MEMANG membantu, kalau kita berhenti memikirkannya. Kusadari itu sudah lama di Sanatorium. Ketika aku mengerjakan sesuatu yang menyenangkan, dan aku tidak MAU waktu berlalu cepat, aku lihat jarum pendeknya, dan merasa punya banyak waktu..jadi berjalan lambat. Lalu di hari lain, sewaktu aku harus menahan sakit sekitar sejam, kutatap jarum panjangnya, dan rasanya seolah  Sang Waktu sendiri membantuku keluar dari nestapa secepat mungkin. Sekarang kuperhatikan jarum pendeknya saja, karena tidak ingin cepat-cepat. Bibi paham? »

 

From travel and excitement it was not easy to put one’s mind to the
consideration of the price of butter and the delinquencies of the
butcher. From having all one’s time for one’s own, it was not easy to
find always the next task clamoring to be done.

Saya terjemahkan:

Orang yang biasa berjalan-jalan dengan gembira tidak mudah menaruh perhatian pada pemikiran mengenai harga mentega dan kecurangan tukang daging. Orang yang biasa menghabiskan waktu untuk diri sendiri tidak mudah menghadapi tugas berikut yang menanti diselesaikan.

Publicités

2 thoughts on “Behind The Book: Pollyanna Grows Up

  1. Kutipan-kutipan yang menarik, Rin 🙂

    Komentar sedikit saja. Sepemahamanku:
    * stop to think about it = berhenti sejenak untuk memikirkannya, meluangkan waktu untuk memikirkannya
    * stop thinking about it = berhenti memikirkannya

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s