The Naked Face

Penulis: Sidney Sheldon
Penerbit: Warner Books, 1984
Tebal: 316 halaman


Sumber gambar

Sebenarnya yang saya baca bukan ini covernya, tapi malas motret:D
Sebagai seorang psikoanalis, Judd Stevens harus menghadapi beragam
karakter pasien setiap harinya. Wanita cantik yang menggetarkan
hatinya namun tampak sangat mencintai sang suami, aktris kenamaan yang
kecanduan berhubungan badan, petinggi perusahaan besar yang paranoid, dan segala
bentuk gangguan jiwa yang meletihkan. Namun ia bersikukuh bahwa para
pasiennya terkait dengan pembunuhan yang dituduhkan kepada dirinya.

Judd terpojok. Ia dicurigai gay oleh polisi yang menyelidiki kasus
kematian John Hanson, salah satu pasiennya, karena tidak pernah
berhubungan intim dengan sang resepsionis, Carol Roberts. Bahkan
kemudian Carol menemui ajalnya secara mengenaskan. Terlebih salah satu
polisi, Letnan McGreavy mendongkol sebab lima tahun silam Judd
meloloskan seorang pembunuh brutal dengan diagnosa kelainan jiwa.

Bagi yang kurang menyukai kisah kriminal dan psikologi, novel ini akan
terasa lambat. Tapi bagi saya, karya perdana Sidney Sheldon ini
mengungkap banyak hal menarik. Wawancaranya dengan para pasien,
misalnya. Seorang komedian yang sukses dan dapat memancing tawa semua
orang dapat berbalik sangat menyebalkan dan membenci semua orang
setelah mengalami pusing hebat. Seorang aktris penggoda mengamuk
begitu Judd menyebut perkara di masa lalu yang sudah dikuburnya.
Tidaklah mudah bagi sang psikoanalis mengorek misteri pelaku
pembunuhan sadis yang kini menyasar kepada dirinya. Dialog-dialog
dengan sesama dokter, juga latarbelakang Judd yang menenggelamkan diri
dalam pekerjaan setelah istrinya yang sedang hamil tewas akibat
kecelakaan memperkuat keseluruhan cerita bernuansa kelam ini.

Saya membutuhkan waktu seminggu untuk menamatkan The Naked Face dan
larut dalam tahap-tahap kisahnya. Aneka teori dan istilah psikologi
bertaburan memperkaya wawasan, amat memikat untuk yang berminat.
Tebakan saya sendiri mengenai otak pembunuhan tidak meleset, meski
motifnya terbilang ‘sederhana’ dan kaki tangan si dalang agak di luar
dugaan. Bila Anda penggemar novel-novel Sheldon, khususnya telah
membaca Langit Runtuh, tentu dapat menerkanya.

Publicités

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s