View from the Top (2002)

Sumber gambar

Adalah seorang gadis dari kota kecil, Donna Jensen (Gwyneth Paltrow),
yang bermimpi meraih masa depan di tempat lain. Harapannya sempat
kandas setelah sang kekasih, yang akan membawanya ke luar kota,
memutuskannya pada hari ulang tahun. Donna nyaris tenggelam dalam
keputusasaan tatkala menonton talkshow mengenai Sally Weston (Candice
Bergen), seorang pramugari senior di TV sebuah kafe.

Buku karangan Sally (inilah salah satu pesona yang bikin saya ingin
nonton) menggugah semangat hidup Donna untuk memberanikan

diri menggapai cita-citanya kembali.
Ia merintis sebagai pramugari sebuah maskapai kecil, tempatnya
berkenalan dengan Sherry (Kelly Preston, istri John Travolta yang
tetap cantik jelita) dan Christine (Christina Applegate). Ketiganya
memburu karir yang lebih baik di maskapai besar Royal Airlines, tempat
Sally bekerja. Kendati gagal dalam ujian di luar dugaannya, Donna
mengecap kebahagiaan bersama Ted Stewart (Mark Ruffalo), seorang
mahasiswa sekolah hukum di Cleveland. Pertemuannya kembali dengan
Christine menyadarkan Donna bahwa ada sesuatu yang tidak beres pada
ujiannya terdahulu.

Banyak sekali pelajaran moral dari film yang mengetengahkan tahap
realisasi impian ini. Itulah sebabnya saya bela-belain nonton di
Global beberapa hari yang lalu (pernah nonton di DVD pinjaman, tapi
harus dikembalikan sebelum selesai). Hikmah tersebut antara lain:

1. Jangan takut bermimpi, sesuai tagline film ini « Don’t stop till you
reach the top. »

2. Kehati-hatian, etika dan tatakrama sangat penting dalam pekerjaan
apa pun. Sungguh mengerikan saat Christine dengan leluasa meraup
barang-barang milik perusahaan padahal hal tersebut jelas dilarang
dalam buku panduan pegawai yang sangat ketat. Walau agak menggelikan,
sikap Sherry yang menyinggung perasaan John Whitney (Mike Myers) dalam
wawancara melontarkannya ke luar jalur yang seharusnya ia tapaki.

3. Impian sebesar apa pun harus dimulai dari nol. Karena itulah, Donna
bersedia mengawali karir di maskapai kecil.

4. Profesionalisme, di mana pun kita berada. Seperti John Whitney yang
tidak dapat menjadi pramugara karena kelainan mata meskipun hasil
tesnya gemilang dan Donna yang berhasil menjadi Employee of the Month
saat masih bertugas di Royal Express Cleveland.

5. Hati-hati mencerna pesan seseorang. Donna menduga ia harus
‘menyingkirkan’ Ted yang dicintainya demi kesuksesan, padahal Sally
mengatakan, « Every pilot needs a co-pilot. » Maka dengan penuh
pengertian, Sally menggantikan shift Donna agar gadis itu dapat segera
menjumpai Ted.

6. Selalu ada jalan tengah yang terbaik untuk semua pihak bila kita
mau realistis dan menyadari apa yang terpenting bagi diri sendiri.
Penutup film ini menawarkan jalan keluar yang mengesankan bagi Donna
dan Ted. Tetap berkarir dan berbahagia. View from the Top bukan film
yang menyarankan seorang wanita menjadi egois untuk merengkuh
cita-citanya. Melalui keluarga Ted yang hangat, Donna memahami bahwa
ada rumah yang penuh cinta dan tidak dihiasi perselisihan seperti
ibunya dengan ayah tirinya dulu.

Catatan khusus: Mark Ruffalo tampaknya berbakat menjadi pria baik hati
yang ditinggalkan sejenak untuk kemudian diraih kembali. Ini sudah
ketiga kalinya, setelah 13 Going 30 dan Rumors.
Mike Myers luar biasa. Saya tidak tahan menonton ulahnya di Austin
Powers, namun karakter John Whitney dimainkannya dengan cemerlang.
Instruktur yang cerdas, tegas, sekaligus pasien terapi Anger
Management yang tiap kali meledak langsung membunyikan lonceng kecil
dan berkata lembut, « I’m a little bird... »

Publicités

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s