Belajar Banyak dari Raisa dan Mimi Bo

dar.mizan.com

Hari itu, saya sedang berada di Togamas Buahbatu dan iseng-iseng cek FB lewat HP. Ternyata ada PM dari Kang Dadan Ramadhan, editor DAR! Mizan dan penanggung jawab seri KKPK, yang sudah bertemu muka dalam Temu Editor Mizan bulan April tahun lalu. Beliau menanyakan mengapa teleponnya tidak diangkat, padahal tidak ada panggilan masuk. Ternyata nomor yang tercantum adalah database lama dan segera saya koreksi. Kang Rama juga menanyakan kesediaan saya menerjemahkan novel anak. Senang? Tentu saja:D

Setelah menyepakati tenggat (satu bulan membuat saya deg-degan, dan kalau tidak salah waktu itu bulan Ramadhan), saya menerima naskahnya. Tidak tebal memang, Kang Rama juga mengisyaratkan bahwa ini KKPK. Saya sempat berkerut kening, kok ada KKPK bahasa Inggris? Beliau menjelaskan, penulisnya sempat bermukim di Cambridge. Namanya Raisa Affandi, baru sebelas tahun saat itu. Ajaibnya, belum lama saya membaca berita mengenai Raisa di Jakarta Post. Seperti firasat saja:D

Saat naskah berada di meja saya, Raisa sekeluarga sudah pindah ke Washington. Wajar saja apabila, sesuai pengakuannya dalam wawancara di Fimela.com, gadis cilik ini merasa lebih lancar menulis dalam bahasa Inggris. Itu terasa sekali di novelnya yang mengalir dan ceria. Meski deg-degan karena khawatir tidak menemukan padanan yang pas serta tetap menghadirkan suasana lincah kisah kental fantasi ini, saya disemangati oleh Ayu yang berkata, « Segar kan garap buku anak? »

Meski pernah menyunting PCPK, yang juga karya penulis cilik, naskah Mimi Bo dan Diari yang Hilang ini (berjudul asli Babyboo Academy di file-nya) menorehkan suasana baru. Berhubung file-nya hasil edit buku bahasa Inggris yang sudah terbit lebih dulu secara independen, tampilan font dan layout-nya tidak lagi polos. Beberapa gambar menjadikan dokumen agak berat sehingga saya meminta izin Kang Rama untuk menghapus sebagian dan membubuhkan tanda/keterangan gambar merujuk naskah aslinya.

Tantangan menerjemahkan buku ini ialah permainan kata dan istilahnya karena sebagaimana umumnya fiksi fantasi, ceritanya sarat nama unik. Walau paham segmen pembaca KKPK adalah menengah ke atas (ini pun terbukti di wilayah tempat tinggal saya), saya mengusahakan kata-katanya mudah dilafalkan. Untuk itu, saya menyusun daftar istilah khusus. Contohnya, ‘BabyBoo Academy’ saya terjemahkan ‘Akademi Gugu Gaga’. Sedangkan pemainan bernama ‘Whack-A-Diaper’ saya alihbahasakan ‘Plok-Popok’.

Bukan semata menyenangkan, penerjemahan Mimi Bo menumbuhkan kekaguman pada Raisa yang kreatif di usia sedemikian belia. Pada saat hampir bersamaan, saya mengikuti lomba resensi novel penulis cilik lain yang sudah tumbuh remaja di sana. Ia juga berangkat dari KKPK, menerbitkan novel independen dalam bahasa Inggris dan sangat didukung oleh orangtuanya dalam kepenulisan tersebut.

Kembali pada Mimi Bo, kasih sayang Raisa kepada sang adik, yang diakuinya sebagai inspirasi novel ini, amat kentara. Agaknya karena itulah karakter sentralnya adalah para bayi:)

 

 

Publicités

4 thoughts on “Belajar Banyak dari Raisa dan Mimi Bo

  1. waw, jadi Rini yang terjemahkan BabyBoo ini yaa. selamat! Raisa ini anak teman saya di SMA Rin, keren ya! Ibunya pinterr banget 🙂

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s