Trust (2010)

Sumber gambar

Usia berapakah anak bisa diberi kepercayaan sedikit demi sedikit untuk menggunakan perangkat komputer yang membuatnya terhubung ke ‘dunia’ yang asing?

Will (Clive Owen) dan Lynn (Catherine Keener) memutuskan bahwa 14 tahun adalah saat tepat bagi putri mereka, Annie (Liana Liberato) guna memperoleh laptop baru. Hari pertama saja sudah terlihat, Annie harus diingatkan oleh ayahnya agar tidak online sampai larut malam. Ketika sang ayah mendekat, ternyata Annie sedang chatting dengan orang asing yang menurutnya remaja sebaya. Lawan jenis, tentu saja.

Sesuatu yang misterius, meski membuat merinding, bisa jadi ‘menantang’ dan mengundang rasa ingin tahu anak muda. Itulah sebabnya Annie tetap menjalin hubungan dengan Charlie, pemuda teman online-nya itu, bahkan memberikan nomor ponsel dan berbicara tiap hari sekalipun Charlie beberapa kali meralat identitasnya. Semua berawal dari percakapan tak berbalas Annie dengan Will, seputar geng gadis ngetop di sekolah yang ternyata mengakrabinya karena naksir abang Annie.

Kemudian terjadilah yang tak diinginkan itu. Annie yang lugu menyerahkan kegadisannya kepada pria asing. Setelah itu, semuanya berubah.

Film ini lebih menyoroti keretakan hubungan Annie dengan keluarga, cara pandangnya yang berubah terhadap lingkungan sekitar, serta peliknya orangtua menghadapi pertumbuhan anak remaja. Ada masa-masa frustrasi, kala Will merasa lengah dan kalah sekaligus terobsesi untuk membinasakan pelaku yang belum diketahuinya, sedangkan Annie menganggap pengalaman itu tidak merugikan sama sekali. Sekadar hubungan biasa yang juga dijalani teman-teman sebaya atau lebih tua darinya.

People get hurt. There’s only so much we can do to protect ourselves, our children. The only thing we can do is be there for each other when we do fall down to pick each other up.

Sumber kutipan: rottentomatoes

Menariknya, psikolog yang merawat Annie sesuai rujukan rumah sakit dan polisi sungguh sigap. Ia bisa dihubungi dan ditemui kapan saja ketika remaja itu tengah mengalami guncangan dan butuh bicara. Jadi intinya, apa yang harus dilakukan setelah semua telanjur terjadi? Menurut Annie, ia tak ingin diingatkan. Kira-kira dialognya seperti ini, « I’m the one who’s been raped. Can you please not remind me about it, every second? »

Skor: 4/5

Publicités

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s