Dari Mozart’s Sister Sampai The Vow

Sedang malas menulis panjang-panjang, jadi saya terabas saja kesan nonton sepekan ini.

Mozart’s Sister (2011)

flixster.com

Tertarik karena musik dan Prancisnya, tapi sepertinya saya terlalu berekspektasi. Bosan, pelan, dan tidak saya selesaikan nontonnya lantaran ngantuk.

Skor: 2/5

Agora (2009)

Paduan yang menawan. Drama, setting zaman dahulu kala, sejarah filsuf wanita Hypatia, kontroversi filsafat dan agama. Seperti biasa, Rachel Weisz memukau. Ending-nya pun kami suka.

Skor: 4/5

The Skin I Live In (2011)

Nonton sendiri karena Mas Agus tidak suka Banderas (nyebutnya aja Bandros:p). Idenya memang unik, tapi saya agak tidak tahan bagian ‘dewasa’-nya.

Skor: 3/5

School of Rock (2003)

Memang sudah berkali-kali ditayangkan di TV, tapi saya kok ketagihan ya nonton utuh?:D Semula niatnya ‘menjernihkan’ kepala yang rada suntuk nonton Skin I Live In, dapatnya keasyikan total. Mungkin karena kami berdua suka rock. Saya malah baru tahu lagu AC/DC enak juga:)

The Vow (2012)

Kalau yang lain bilang ‘lagi-lagi Channing Tatum’, saya: « Lagi-lagi Rachel McAdams. » Dan karakternya seperti itu, lagi. Ingat Midnight in Paris jadinya, tak terlalu jauh berbeda. Film ini tidak mencabik-cabik emosi banget, cukup realistis, sehingga Mas Agus mau ikutan nonton. Satu kutipan yang saya ingat dan bermanfaat dalam perkawinan, ketika Paige jengkel dan menghardik Leo, Leo balik membentak, « I’m not your punchback. »

Skor: 3/5

Semua gambar dipinjam dari flixster.com

 

Publicités

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s