Sidney Sheldon’s Mistress of The Game

 

Judul Indonesia: Penguasa Berlian

Penulis: Tilly Bagshawe

Penerjemah: Hidayat Saleh & Rully Larasati

Editor: Rully Larasati

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 2012

Tebal: 596 halaman

 

Sidney Sheldon memang sudah meninggal, tapi nama besar dan tangan dinginnya tidak ikut berpulang. Karyanya hadir kembali dalam sentuhan seorang penulis yang mengaku menggemari novel-novel sang maestro, Tilly Bagshawe. Menurut wawancara di sana, Tilly Bagshawe terpilih sebagai penulis yang melanjutkan « warisan » Sheldon tersebut atas usulan agennya. Tentu saja ia memikul beban yang tidak ringan dan guna dapat menyelami gaya sang penulis besar, Tilly banyak berdiskusi dengan agen almarhum Sheldon, membaca ulang buku-bukunya serta berdiskusi dengan keluarganya perihal cara bekerja pengarang satu ini.

Sungguh menciptakan rasa penasaran mengingat buku ini juga merupakan kelanjutan kisah yang sangat melekat di hati para pembaca setia Sheldon: Master of The Game alias Ratu Berlian. Saya sendiri terpukau karena sepikun-pikunnya saya, saya masih ingat nama Jamie McGregor, David Blackwell, Kate Blackwell, Tony Blackwell dan Marianne, sampai cucu kembar Kate: Eve dan Alex.

Suami saya membaca novel ini sampai tuntas lebih dulu. Komentarnya tidak banyak, Sheldon masih berbicara perihal dendam. Dan memang demikian adanya. Dendam akibat ambisi dan kekuasaan bisa mematahkan adagium bahwa darah lebih kental daripada air. Bagi yang tidak terbiasa dengan gaya tutur Sheldon, barangkali banyaknya karakter menjadikan cerita terasa bercabang. Ditambah lagi flashback yang merupakan kekhasannya, dihadirkan Tilly dalam porsi yang tak berlebihan. Setengah bab pun belum tertebak manakah yang akan ditonjolkan dan siapa yang sebenarnya memegang peran paling besar.

Kedudukan di Kruger-Brent masih diperebutkan, tak ubahnya takhta kerajaan yang membuat orang bernafsu menjadi putra mahkota tanpa peduli harus menyikut kanan-kiri. Secara menawan, novel ini menggelontorkan konflik dan liku-liku bisnis. Sejumlah nukilan masa lalu yang membantu pembaca mengingat buku terdahulunya dan merangkaikan dengan apa yang terjadi kemudian.

Dari segi cerita, napas Sheldon yang sangat familier membuat saya bisa menerka, antara lain, dua orang yang bertemu kemudian bisa saling menyukai. Tetapi bagaimana mereka dapat bersatu, kelihaian Sheldon (yang dijelmakan Bagshawe) berbicara. Bahwa satu orang bisa mengalahkan pesaingnya, itu terendus pula. Namun kembali, metodenya merupakan kejutan. Denyut thriller rutin dan tetap hidup, menggiring kisah demi kisah, jatuh dan bangun, beserta diksi-diksi ala Sheldon yang memuat satir dan kadang membuat saya tergelak. Tak ketinggalan metaforanya.

Heroin ada di sana, memanggilnya, menggodanya seperti panggilan syahdu dari lautan.

(hal. 210)

Kau bisa menang. Tetapi kau harus menang melalui kekalahan.

(hal. 475)

… cinta dan hidup terlalu berharga dihambur-hamburkan dengan kertas-kertas yang bertumpuk di kantor.

(hal. 483)

Jika mereka melakukan terlalu banyak hal pada waktu yang bersamaan, mereka tidak akan memperoleh apa pun.

(hal. 507)

Karakter favorit saya adalah Robbie Templeton, putra sulung tersingkir yang tetap menyayangi adik semata wayangnya. Juga Tara McGregor dan Annabel, kendati kemunculannya tidak terlalu lama. Semua karakter di sini bergelimang kepahitan dan menghadapi problematika sendiri-sendiri, satu sisi bagus yang diacungi jempol oleh suami karena tak ada yang hitam dan putih sempurna.

Dari Mistress of The Games juga, saya mengetahui istilah psikologi superiority complex.

Singkat kata, kesabaran saya menanti novel ini tidak percuma.

Skor: 4/5

 

 

 

Publicités

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s