Little Children (2006)

Seorang mantan pesakitan yang sempat mendekam di penjara akibat pelecehan pada anak di bawah umur, Ronnie McGorvey, bebas dan tinggal bersama ibunya. Ini menimbulkan rasa takut di lingkungan sekitar dan sejumlah tetangga menghimpun suara untuk mengawasi serta menjauhkan Ronnie dari anak-anak mereka. Namun bukan berarti para tetangga itu « bersih ».

Beberapa ibu gemar mengamati seorang ayah muda yang mengasuh bocah kecilnya di taman bermain di hari kerja serta menyebutnya « prom king ». Mereka rela berdandan setiap pagi menunggu lelaki itu datang sambil bergosip sana-sini.

Sang prom king adalah Brad Adamson (Patrick Wilson), yang sudah dua kali gagal dalam ujian menjadi pengacara. Istrinya, Kathy (Jennifer Connelly) sibuk sebagai sutradara film dokumenter yang menopang hidup mereka bertiga dan sangat menyanjung Aaron, putranya, sehingga mengabaikan kebutuhan tertentu Brad. Tanpa sadar, Brad mengesampingkan keharusan belajar di perpustakaan tiap malam dan malah duduk di depan lapangan memperhatikan remaja-remaja ber-skateboard.

Aaron berkenalan dan akrab dengan gadis cilik tiga tahun bernama Lucy di taman bermain. Ibunya, Sarah (Kate Winslet), mengantongi gelar master jurusan Sastra Inggris dan punya hobi membaca. Hubungan Sarah dengan suaminya, Richard, tidak baik apalagi tatkala Sarah mengetahui pria itu mencandu gambar tak senonoh di internet.

Bersama Sarah, Brad merasa berarti dan tak lagi frustrasi. Juga ketika mengenal Larry, mantan polisi yang mengajaknya ikut Komite Orangtua yang mencerca keberadaan Ronnie sekaligus melibatkan dalam tim sepakbola. Larry sendiri punya masa lalu kelam, toh itu tak membuatnya urung menindas dan meneror Ronnie serta sang ibu. Makin sulitlah upaya Ronnie untuk hidup « normal ».

Lagi-lagi Jennifer Connelly menjadi istri yang dikhianati. Lagi-lagi Kate Winslet memerankan orang ketiga dalam rumah tangga orang lain. Tolonglah, Patrick Wilson, jangan berwajah manis sebagai ayah sempurna lagi. Demikian harapan saya tatkala film ini mulai diputar. Namun syukurlah, karakternya cukup berbeda.

Little Children diangkat dari novel Tom Perrotta dengan judul sama, dipoles sana-sini agar tidak sekadar menjadi « buku yang difilmkan ». Drama satir yang tidak klise dan saya suka penyelesaian konfliknya. Menghadapkan secara makin terang akan perasaan laki-laki kala dilanda frustrasi, depresi, dan merasa tidak berharga.

Foto dari flixster

Skor: 4/5

 

 

 

Publicités

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s