Sinkronisasi Libur

Bekerja di bidang yang sama tidak menjamin bisa libur berbarengan juga. Mungkin kami terbilang beruntung karena tidak perlu mencocokkan cuti seperti orang kantoran untuk dapat menikmati libur bersama. Yang saya maksud bukan libur karena tanggal merah, akhir pekan, apalagi « terpaksa » libur karena sakit atau kecapekan. Meski tidak pernah benar-benar libur penuh, dalam arti meluangkan waktu dan merilekskan pikiran, bukan hanya badan, kalau diingat-ingat memang lima tahun belakangan ini kami tidak pernah cuti. Di sela kerja, jika sedang suntuk, sempat juga sih mengambil jeda, misalnya usai belanja bulanan kami nongkrong di tempat favorit. Hanya saja yang diobrolkan sering kali urusan pekerjaan pula:D

Kemarin, selagi menunggu materi editan yang lama sampainya (kurir telat seminggu, dan bukan cuma paket itu), saya punya waktu untuk menghela napas. Tidak semudah itu untuk mengajak Mas Agus « melarikan diri » walau sejenak. Jalan-jalan ke kota jelas menguras energi, di musim liburan panjang begini bahkan di wilayah kami yang perbatasan masih terdengar gemuruh kendaraan bermotor (pertanda macet parah) sampai menjelang pukul sembilan malam. Turun gunung pun terburu-buru, karena Mas Agus sedang amat sibuk dan saya memilih di rumah saja daripada capek tidak jelas. Saya memutuskan menangani cucian yang sudah menumpuk, ternyata banyak kendala teknis. Beberapa kali air mati, atau sangat kecil, atau kuning. Ini berarti tugas tambahan bagi Mas Agus, yang termasuk salah satu pengurus pengelolaan air. Di desa kami, air memang dikelola mandiri oleh warga. Jadilah Mas Agus « kencan » dengan Pak RT hampir tiap malam, apalagi dia juga sekretaris RT.

Syukurlah kemarin sempat menampung cukup banyak sehingga cucian bisa dicicil, walau gunungnya masih tinggi juga:D

Bersantai sendiri menonton film dan membaca buku kadang membuat saya merasa bersalah. Tapi bagaimana lagi, tidak semua pekerjaan Mas Agus bisa saya bantu dan sering pula sebaliknya. Masih untung, dia tidak terganggu bila saya menonton DVD di dekatnya. Meja kerja Mas Agus memang nyempil dekat dapur dan TV. Yang penting dia tidak diajak ngobrol sehingga bisa konsentrasi berpikir.

Rasa bersalah itu dapat saya tanggulangi, ketika baca buku lalu ketiduran, contohnya. Bagaimanapun saya harus sehat agar mampu mengambil alih beberapa tugas rumah tangga dan merawat Mas Agus. Dia sempat jatuh sakit, tidak lama sih. Namun saya harus pasang mata terus agar dia tidak nekat makan salad, pedas-pedas, telat makan (nasi), termasuk membangunkan pagi-pagi sekali (baca: setengah 6, padahal Mas Agus tidur dinihari dan biasanya baru bangun sekitar jam 9) dan mengingatkan printilan sebelum bertemu klien. Pasalnya, dua hari berturut-turut dia pernah ketinggalan dompet yang berisi SIM, STNK, dan KTP. Uang tentu saja. Untung tidak kena razia atau sejenisnya. Saya juga harus punya energi untuk memijat jika Mas Agus lelah atau perlu rebahan, kendati bila masuk anginnya lumayan parah, dia pergi ke pemijat langganan dekat rumah.

Saya sudah mulai mencicil pekerjaan dan berusaha santai karena selain tenggatnya panjang, harapan saya bisa lebih teliti. Sebagian dapat dilakukan tanpa menyalakan komputer, antara lain membaca bahan terjemahan sambil duduk-duduk di bawah pohon [meski risikonya, disamperin tetangga dan diajak ngobrol atau dikacaukan kucing yang mengajak main]. Di samping itu, saya sempat mengobrol ringan dengan kolega baik disambi berlibur dengan keluarga maupun yang sedang ditinggal suami ke luar kota. Yang belum bisa saya ubah, rencana dan niat beberes ini-itu sewaktu masih ada tenggat, tetap tinggal rencana ketika punya waktu senggang. Namun alhamdulillah, beberapa di antaranya telah terlaksana:)

Tak apalah batal « cuti bersama », yang penting sehat dan tugas lekas rampung dengan hasil seoptimal mungkin.

Publicités

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s