Malware dan Hiruk-Pikuk Backup WordPress

Web saya diserang malware kronis. Mengingat kejadian tahun lalu, perbaikannya sangat memakan waktu. Alhamdulillah, Mas Ferry selaku web manager dan pengelola hosting situs tersebut, sudah jauh-jauh hari menyarankan backup. Terpikir oleh saya, bagaimana kalau buat akun baru (pura-puranya mirror site) untuk berjaga-jaga dalam kondisi seperti ini? Bukan semata memperhatikan aspek marketing, namun kebutuhan saya pribadi juga untuk menuangkan hobi ngeblog.

Setelah daftar akun WP baru, saya langsung import CSV file hasil backup tersebut. Dalam hitungan menit, jreng jreng… ada peringatan bahwa blog baru ini di-suspend karena melanggar Terms and Service. Saya bingung. Oh, barangkali karena akun baru kok langsung diserbu postingan impor segambreng-gambreng. Ibarat tamu yang numpang makan seminggu tanpa kulonuwun. Lalu saya coba import di akun WP lama ini. Rasanya kena serangan jantung ketika ada peringatan kembali bahwa akun itu di-suspend lantaran pelanggaran yang dianggap sama.

Sebalnya, memang tidak mudah mencari kontak Support WP. Saya posting dulu pertanyaan di forum, karena tak mengerti sebelah mananya aturan yang saya langgar meski sudah membaca ulang TOS. Ada jawaban tentu di forum itu, dan tidak memuaskan. Lucunya, di e-mail ada konfirmasi bahwa import CSV sebesar kira-kira 5 MB itu berhasil. Jadi?

Ternyata ada link yang memungkinkan saya masih bisa membuka dashboard admin kedua akun tersebut. Dari sana, saya membuat semacam pengaduan dan klarifikasi langsung. Mudah-mudahan bahasa Inggris saya tidak belepotan karena emosi:p. Tidak berharap banyak juga akan tanggapannya, namun alhamdulillah saat cek e-mail dua jam lalu ada permintaan maaf dari pihak WP yang membatalkan suspension tersebut setelah mengevaluasi kedua blog.

Alhamdulillah. CSV di blog One Word Only lenyap, barangkali dianggap duplikasi (kira-kira ada 700-an posting). Tak mengapa, karena akun ini bisa digunakan dan diperbarui. Takjubnya lagi, ternyata semua kategori dan komentar, termasuk page, langsung tersusun rapi. Saya tak perlu terlalu repot.

Ini pengalaman baru. Saya bersyukur karenanya.

BTW saya mematikan komentar untuk mengantisipasi kemungkinan serangan malware. Menurut pengamatan saya, gangguan itu menyusup dari spam comment dan cukup merepotkan meski sudah dilapis Akismet. Saya terilhami melakukan ini dari blog Sarah Dillon.

Publicités