Bangun (Lebih) Pagi

« Kok tumben jam segini sudah bangun, mau berangkat nyubuh ya? » tanya Mama beberapa saat lalu. Belum genap pukul lima ketika saya keluar kamar tadi.

Sekalipun pernah seatap selama 6 tahun setelah saya menikah, rupanya Mama tidak langsung paham (atau lupa) ketidaklaziman cara kerja anak dan menantunya sebagai pekerja lepas. Barangkali karena seminggu terakhir, kami sering keluar dan di rumah pun tampak santai saja. Sekali lagi, « tampak ». Padahal kadang meski tertawa-tawa menemani nonton TV, pikiran sih melayang ke pekerjaan juga.

Saya jelaskan kembali, bahwa adakalanya saya bangun lebih pagi untuk bekerja. Di sini sudah terbilang wilayah tenang, namun saya memerlukan suasana ekstra sepi guna memudahkan konsentrasi. Belakangan, saya bekerja setelah Mama tidur, sekitar pukul 8 malam. Tapi biasanya tak pernah lebih dari pukul 10 selesainya. Entah mengapa, di depan laptop saya mudah sekali mengantuk:D

Masih seperti dulu, Mama lebih mudah mengerti jika saya mengatakan pekerjaan saya menerjemahkan. Padahal mayoritas, khususnya tahun ini, saya menyunting. Ketika mengatakan menerjemahkan pun, Mama langsung bertanya lagi, « Bahasa Prancis? »:D

Publicités