Nostalgia

Siang ini, di sela berpesta menerjemahkan, saya mengobrol dengan seorang kolega seprofesi. Saya mengenang masa-masa melamar dan ikut tes sana-sini, salah satunya tes di sebuah penerbit terkemuka sekitar 7 tahun silam. Materinya novel sastra, dan gugurlah saya dengan suksesnya. Apalagi kemudian buku itu terbit dan dialihbahasakan sangat apik oleh senior favorit saya, aduhai tega nian Jeng Editor memberikan bahan tes sesukar itu:))

Memang masih ada jalan dan bisa melamar lagi. Penasarannya saya, karena itu satu-satunya anak penerbitan tersebut yang belum mampu saya tembus. Agaknya cukup pelik. Seorang rekan yang terbilang « langganan » di sana selalu mendapat garapan nonfiksi. Bukan menyepelekan nonfiksi, tapi novelnya bagus-bagus dan menggiurkan:D

Suatu waktu, saya pernah bertemu langsung dengan manajer redaksi penerbitan tersebut. Bahkan langsung direkomendasikan rekan satu « induk »nya. Tak lama kemudian, saya ditelepon kantornya, ditawari suntingan nonfiksi lokal, tapi sayang sekali saya sedang sakit.

Begitulah, kalau belum jodoh. Ibarat kata, tinggal sepelemparan kerikil pun tak akan bertemu jika belum waktunya:D

Publicités