It takes one to know one

Seorang rekan penerjemah bertanya: Pernah dengar it takes one to know one?

Kedua rujukan di bawah ini saling mendukung. Menurut freedictionary:

(It) takes one to know one.Inf. You are one also.

Menurut The Phrase Finder:

: : Here is another phrase: « He says that Steve, of all people, is a complete idiot. » « Well, that’s the pot calling the kettle black. »

: Two more equivalent phrases:
: « Look who’s talking. »
: « YOU should talk! »

Seperti biasa, yang sukar adalah memadankan (secara pas) bahasa Indonesianya. Rekan tadi mengatakan, konteksnya seorang cucu menyapa kakeknya, « Hi, Grumpy! » Kemudian dijawab, « It take one to know one. »

Usulan saya semula sbb:

Hai, Penggerutu

– Memangnya kamu tidak?

atau

« Hai, Penggerutu. »

– Hai juga, Pengomel.

Rekan tersebut berpendapat terjemahan saya terlalu « selingkuh ». Itu saya akui, meski membayangkan dialog sehari-hari. Misal, ketika ada yang bilang, « Dasar Rini aneh. » Saya langsung jawab, « Nggak apa-apa, dibilang aneh sama yang ganjil. »

Alternatif lain yang saya usulkan:

« Hai, Penggerutu. »

– « Hai, Cucu si Penggerutu. »

Alasannya, saya ingat semacam « lelucon » di keseharian. Kalau seorang adik mengejek kakaknya « Tompel! » sebagai contoh, si kakak biasanya menjawab, « Kakaknya Tompel, adiknya apalagi. » Atau, « Jadi kamu adik si Tompel, dong. »

Saya tidak tahu dari sekian banyak pilihan yang bisa jadi membingungkan ini, rekan penerjemah tadi memilih yang mana. Bisa saja merumuskan yang lain dan lebih berkenan, sebab ada kemungkinan « Grumpy » di atas dimaksudkan untuk permainan kata. Untuk soal itu, terus terang saya tidak punya ide harus bagaimana mengolahnya:))

Publicités