Behind The Book: Demi Edelweiss, Perjuangan Seorang Ibu

 

Kalau tidak percaya bahwa penerbitan buku memakan waktu, memoar ini salah satu bukti kuatnya.

Saya menyunting naskah ini sebagai « perkenalan » dengan Mizan Bandung, tepatnya Qanita dan Mbak Esti, sekitar akhir tahun 2010. Sempat terkesima juga disapa oleh salah satu penerjemah favorit yang namanya wira-wiri di berbagai buku koleksi saya. Karena itu, saya turun gunung ke kantor Mizan untuk bertemu beliau yang begitu ramah, hangat, dan ceria:D.

Memoar Berliana Siregar ini berbau perjuangan dan motivasi. Karena pernah menerjemahkan buku bertema serupa, saya tanyakan dulu « normanya ». Tidak jadi soal, malah pengalaman saya membolak-balik The Girl With Nine Wigs itu dapat menjadi referensi penyuntingan. Memang cukup banyak memoar bertopik jatuh-bangun penderita kanker untuk sembuh, baik terjemahan maupun lokal. Belum lagi novel. Lantaran berbarengan pula, saya menolak undangan beberapa teman untuk berkontribusi dalam suatu proyek menulis seputar pengidap kanker.

Alhamdulillah, waktu yang diberikan cukup leluasa. Kalau tidak salah, sampai tiga bulan. Seperti umumnya prosedur menyunting naskah lokal, saya memperoleh kontak sang penulis. Sambil mempelajari bahan-bahan, saya berusaha tidak sering mengganggu penulis yang sedang kurang sehat kala itu. Hanya mencatat apa-apa yang kurang, menanyakan beberapa hal, kemudian berdiskusi dengan Mbak Esti. Dalam materi, ada rekaman wawancara penulis sebagai salah satu narasumber Kick Andy. « Kebetulan » saya belum menonton episode tersebut, yang juga menghadirkan kisah gadis cilik penderita kanker kronis dan diangkat dalam novel Surat Kecil Untuk Tuhan kemudian menjadi film yang meledak.

Menyunting kisah semacam ini dapat berdampak psikosomatis. Terbayang lelahnya mondar-mandir ke rumah sakit, ke dokter, operasi, nyeri yang menyerang, belum lagi emosi naik-turun. Judul awalnya saja sudah mencerminkan itu, « Aku Masih Hidup. » Saya baru ingat menanyakan lagi buku ini tatkala bertemu dengan Mbak Esti untuk membicarakan kerja sama lain. Beruntung saya dapat melihat sampul cantiknya langsung di komputer beliau di kantor. Perubahan judul menciptakan semangat, seperti yang tampak pada sang penulis sekarang. Memang putri tunggalnya itulah yang membuat beliau kuat dan tidak menyerah.

 

Publicités