Behind The Book: Seducing An Angel

Rasanya belum lama saya merampungkan editan buku kedua, sedangkan buku ketiga kabarnya masih diterjemahkan. Sempat terpikir akan diberi naskah lain sambil menunggu, namun ternyata buku keempat seri Huxtable ini telah rampung dialihbahasakan. Suatu pengalaman baru, rupanya dalam penerbitan seri kali ini boleh « dilompat ». Memang setelah dibaca keseluruhan, tidak terlalu « bersambung » sehingga dapat dibaca terpisah.

Penyebabnya, tentu saja, penulis rajin membocorkan masa lalu beberapa karakter utama alias flashback. Tapi tidak semudah itu bagi editornya. Saya perlu menyusun daftar tokoh, apalagi yang dulu-dulu sudah dibuang (ini pelajaran penting agar tidak main copot saja sebelum serinya tuntas).

Sorotan Seducing an Angel, atau tepatnya orang yang disebut « malaikat » adalah Stephen Huxtable alias Earl of Merton. Ia sudah memasuki usia menikah, 25 tahun. Di sini ditunjukkan apakah hasil didikan kakak-kakaknya, terutama Meg, berhasil. Dan wanita seperti apa yang memikat hati Stephen hingga ia mengakhiri masa lajangnya.

There is today, and today is all that matters

With so many books waiting to be read, I often do not know where to start and so do not start at all

Happiness is more fleeting, joy more enduring

I cannot live my life according to what my peers expect of me. I must live it as I see fit

Sometimes, laziness is a thoroughly enjoyable luxury

But sometimes work can also be pleasure, you know

Think of those who have been kind to you today. Forget those who have not

Menurut saya, ceritanya cukup menyentuh, adegan mesranya relatif lebih sedikit, dan ada pesan tegas mengenai kekerasan dalam rumah tangga. Terutama perlakuan suami kepada istri.

Publicités