Behind The Book: Then Comes Seduction

gramediapustakautama.com

Dilihat dari judulnya saja, sudah tertebak bahwa nuansa novel ini lumayan berbeda dengan buku sebelumnya. Kali ini yang menjadi inti cerita adalah Katherine Huxtable, adik Vanessa persis. Di sini ditunjukkan bahwa pernikahan dan cinta bisa berlangsung karena banyak sebab. Romansanya terasa lebih kental ketimbang First Comes Marriage.

I can be hurt, she said, only by people I respect.

Love did not have to make sense. It did not have to be worthy. It did not have to be earned. It did not have to woo. It just simply was.

But if one had everything one could ever need or want, what was left to dream of?

Could we ever be happy if we did not at least occasionally experience misery?

Entah sudah menjadi kebiasaan penulis seri, buku keduanya lebih tebal daripada yang pertama. Pelajaran yang saya ambil, apa pun genre bukunya, menggarap seri membutuhkan napas panjang.

Kendala penyuntingan bisa dikatakan tidak ada, terjemahannya baik sekali dan lebur dengan gaya historical romance. Hanya saja sesuai panduan editor penanggung jawab, saya harus lebih saksama memperhatikan ‘nya’ agar tidak terlalu banyak, memvariasikan padanan, dan mengamati kata ganti orang ketiga tunggal. Kapan memakai ‘ia’ dan ‘dia’, baru saya pahami setelah membaca masukan penyuntingan novel yang ini.

Publicités

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s