The Wedding Wallah

Penulis: Farahad Zama

Penerbit: Abacus, 2011

Tebal: 335 halaman

Tidak banyak yang tahu bahwa The Marriage Bureau for Rich People berkelanjutan. Memang Farahad Zama tidak membubuhkan embel-embel “series” atau “sequel” di tiap bukunya, barangkali ia memahami teknik dan keengganan pembaca terhadap buku seri karena harus menunggu lama atau memilih membeli ketika semua bukunya sudah terbit. Toh, setiap novel tentang keluarga Mr. Ali dan biro jodohnya itu dapat berdiri sendiri. Cukup jauh jarak saya membaca yang ini dengan pendahulunya, The Many Conditions of Love, namun saya masih ingat cerita dan karakter-karakternya.

Begitulah kemahiran Mr. Zama menancapkan kesan di hati pembaca. Drama yang ada dikembangkan perlahan, karena begitulah hidup berjalan. Kita bertemu orang-orang baru, yang sedikit banyak mengubah cara pandang dan keputusan yang harus diambil. Di sini karakternya bertambah tanpa “mengagetkan” , dengan nama-nama yang relatif singkat sehingga tidak susah diingat pula.

Setiap keluarga punya masalah, begitu penekanan penulis. Mr. Ali dan istrinya berupaya menjaga nama baik Pari, sang keponakan, yang masih dilekati stigma kurang baik karena berstatus janda. Mengangkat anak desa bernama Vasu menambah persoalan, lantaran Pari tengah dalam proses lamaran. Ia bersikukuh tidak ingin melepaskan Vasu, bahwa siapa pun yang hendak memperistrinya harus menerima mereka berdua dengan rela. Tergambar jelas juga kekhasan keluarga India dan tradisinya, bakti menantu yang tinggal serumah, gunjingan tetangga, serta pengorbanan istri yang dikhianati suami namun tetap merawatnya kala sakit dan tak berdaya.

Di lain pihak, Pari belum mampu melupakan almarhum suaminya. Dengan cara ini, penulis menunjukkan bahwa betapa pun kaum wanita belum terlalu “beruntung” di India terkait banyak hal, masih ada pria dan suami yang baik hati sehingga setelah ia berpulang, istrinya berat menanggalkan status janda dan menggantikannya dengan lelaki lain. Seperti ucapan Pari ketika merasa terdesak disuruh-suruh bersuami lagi,

“Dont’ talk to me about a man I’ve never met and have no feelings for. Give my my husband back, smiling in that crooked way of his. .. Return my father whole and hearty, indulging my every whim – not distressed and lying in his own waste, longing for death. Can you give me that? Can. You. Give. Me. That?”
Biro jodoh Mr. Ali masih hadir meski tidak dominan seperti dulu. Suatu media untuk menunjukkan komunikasi Mr. Ali dengan para klien, nasihat-nasihatnya yang mengagumkan dan kebapakan, berbaur humor tentu saja. Kepada sang keponakan, pria ini berkata,
“You can have the whole world looking out for you, Pari, but it is not a substitute for that one special person to share your life with.”
The Wedding Wallah, yang sejatinya mengusung ide utama lamaran terhadap Pari, berani menyisipkan isu hubungan sesama jenis dan peristiwa huru-hara sehingga cerita lebih bervariasi. Tetap saja, benturan budaya halus lagi menggelikan lebih menarik perhatian saya. Seperti pasangan Ali yang batal membeli TV baru karena merasa repot, juga para orangtua yang terkaget-kaget oleh putri mereka yang cerdas dan dianggap “membangkang” setelah disekolahkan tinggi-tinggi. Buku ini juga cocok untuk stimulan para pembaca yang belum menyentuh karya Shakespeare, dikutip dengan memesona dan pas di bagian-bagian tertentu oleh Pari:)
Di mata saya, cinta sejati Mr dan Mrs. Ali yang telah jauh menempuh perjalanan bersama amat indah. Ketika Mrs. Ali stres, tak bisa tidur malam hari lalu marah-marah menumpahkan emosi pada suaminya, menyangka lelaki itu keluar kamar untuk menghindar, ternyata Mr. Ali tidak ikut naik darah. Malah ia mengambilkan air minum supaya sang istri tenang.
Saya kehilangan kata-kata. Hanya bisa setuju dengan pendapat Mr. Ali.
“I’ve always thought that men are more romantic than women.”

Cover source

Skor: 4,5/5

Publicités

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s