Travel Writer

Penulis : Yudasmoro

Penerbit : Metagraf (Grup Tiga Serangkai)

Tebal  : xii + 204 halaman

Cetakan : Pertama, Juli 2012

Editor sebuah penerbitan pernah menyatakan pada saya, sekarang ini buku tentang kiat kepenulisan sudah rendah daya jualnya (secara komersial dan hitung-hitungan nominal). Pasalnya, para penulis berbaik hati berbagi info dan jurus-jurus di internet. Namun, menjamurnya media sosial yang memengaruhi animo orang ngeblog (dengan alasan lebih suka nulis pendek-pendek) membuka lebar peluang buku semacam ini. Belum lagi banyak yang berdalih (malas) membaca panjang-panjang di internet, “Aq susah nih ol di hp.”

Kelebihan buku karya Yudasmoro ini ialah kejelian mengangkat topik. Masih naik daunnya traveling, yang mungkin tidak berkesudahan mengingat manusia senantiasa  membutuhkan liburan dan hiburan dalam bentuk perjalanan, beserta munculnya profesi baru yang dipandang “menjanjikan” (dalam arti pekerjaannya menarik dan seru) menambah potensi Travel Writer yang jelas berfokus di sana. Tentu saja menyenangkan menyimak berbagai pengalaman orang yang menerjuni langsung dan paham menyuguhkan keberbedaan dari subtopik-subtopik yang sering dibahas belakangan ini.

Apa keistimewaannya? Yang menonjol adalah perkara teknik menulis. Bukan melulu teori memang, sehingga jauh dari membosankan. Seperti disampaikan editornya, penulis menyuguhkan contoh-contoh kalimat, bahkan alinea yang pas dan mengundang ketertarikan pembaca. Juga yang dianggap “keliru” dalam arti menjemukan dan datar belaka. Saya tersenyum-senyum menyimak uraian penulis bahwa salah satu yang kurang cocok di genre traveling adalah bahasa “kembang-kembang” (ini istilah saya pribadi) alias yang berusaha puitis berlebihan. Meskipun deskripsi tempat dan suasana memang perlu, namun hendaknya jangan memakan porsi yang lebih penting seperti detail kemenarikan tempat, pernak-pernik perjalanan yang menyangkut biaya, tiket masuk, larangan, bahkan unsur “kerugian” dan kriminal yang tidak lagi ditabukan. Bahkan bisa menjadi semacam peringatan agar pelancong dapat berhati-hati.

Selain itu, bidang travel writer yang tampaknya melulu glamor dikupas dari segi “negatif”. Masalah kompensasi, antara lain, bahwa ada juga media yang tidak membayar dan hanya memberi semacam kupon diskon. Toh penulis mengingatkan agar ekspektasi honor tidak diprioritaskan. Bahkan di luar negeri pun, belum ada travel writer yang bisa menopang hidup semata dari penghasilan menulis.

Kendati saya tidak berniat menerjuni bidang ini, tak ayal cukup banyak pertanyaan saya yang terjawab. Misalnya, praduga (atau keheranan) akan cara travel writer menjaga stamina. Yudasmoro mengemukakan bahwa dia memiliki “aturan” tertentu dalam bekerja, antara lain tidak meliput atau bepergian pada bulan puasa walau dicap anak manja, atau nekat nyemplung di masa liburan yang sudah pasti membubungkan harga tiket dan begini-begitunya. Di samping harga yang melambung, saya bayangkan lautan macet menghambat kerja optimal dan malah membuat penulis lelah fisik-mental. Logis saja, mengingat penulis lepas tidak memiliki tunjangan atau fasilitas kesehatan sehingga tidak bisa sembrono menuju medan yang berat atau peak season yang berisiko.

Pendek kata, buku ini mengandung berbagai cerita dan ilmu. Sebagaimana kebanyakan buku nonfiksi, tidak luput dari pengulangan kendati tidak mengganggu. Dari blakblakannya penulis perihal kompensasi pun, saya salut karena dia berani banting setir karier dari manajer perusahaan makanan cepat saji yang terbilang “mapan” ke travel writer yang amat dia cintai.

Mau jadi travel writer? Baca dulu buku ini:)

Sumber cover

Skor: 4/5

Publicités

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s