Menyiasati « Jebakan Jalan Tol »

Definisinya dapat dilihat di postingan lain.

Saya pernah terpeleset menghadapi « jebakan jalan tol » ketika menyunting. Gara-gara terbuai terjemahan yang mendekati sempurna, misalnya, saya lengah tidak mencermati kata ganti padahal itu berpotensi membingungkan pembaca.

Pernah juga saya terjeblos karena kalimat yang terasa sudah « bunyi » seperti ini:

Mary menggeleng kasar, dan lingkar di bawah matanya sembap di dekat pipinya yang pucat.

Ternyata setelah dicek, kalimat aslinya sbb:

Mary shook her head violently, and a black corkscrew curl dangled in a glossy spiral by her pale cheek.

Jadi terjemahan yang benar seharusnya:

Mary menggeleng keras, dan seuntai ikal hitam yang mengilap menggantung di pipinya yang pucat.

Idealnya, agar tidak terjebak, mengedit perlu membandingkan kalimat demi kalimat. Tapi menurut saya, itu berarti « rusak parah ». Repotnya lagi, pengecekan yang demikian sangat memakan waktu.

Ada beberapa cara yang disarankan rekan editor:

  1. Cek acak, misalnya setiap 15 halaman.
  2. Begitu menemukan yang janggal, baca terus per kalimat sampai selesai.
  3. Membaca cepat, minimal skimming, sebelum memulai kerja.
  4. Meng-copas kalimat asli di atas kalimat terjemahan agar lebih mudah membandingkan langsung. Ini yang paling repot buat saya, terlebih jika naskahnya tebal.

Belakangan, yang saya lakukan adalah poin ketiga. Minimal tertangkap gaya tutur pengarang, banyak idiomkah, permainan katakah, deskripsi, puisi, dan lain-lain. Anda punya saran?

 

 

Publicités

2 thoughts on “Menyiasati « Jebakan Jalan Tol »

  1. Kalau aku biasanya memang membandingkan kalimat per kalimat dalam tahap edit, lalu melakukan tahap baca ulang sekali lagi. Jadi ada tahap pengecekan makna dan ada tahap peluwesan bahasa.

  2. Kalau aku sekarang selalu membandingkan kalimat per kalimat. 🙂 Emang lebih capek dan lebih lama sih, tapi lebih menenangkan. Soalnya editor, sama seperti penerjemah, bertanggung jawab memastikan keakuratan hasil terjemahan. Kalau di tempatku, penerjemah selalu diminta menyerahkan dua file — file pertama berisi hasil terjemahan saja (Indonesia) dan file kedua berisi terjemahan yang diselingi potongan teks asli, agar editor gampang mereview 🙂

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s