Menulis Catatan Koreksi Penerjemahan

Catatan seperti ini lebih « berlaku » di waktu menyunting naskah terjemahan ketimbang naskah lokal. Pasalnya, ketika menggarap naskah lokal, biasanya editor lepas pun dihubungkan dengan kontak penulis baik melalui internet maupun telepon.

Catatan masukan dan koreksi disampaikan kepada penerjemah agar mengetahui langsung kekeliruannya dari editor yang bersangkutan. Bisa jadi penerjemah tersebut mengerjakan sudah lama dan lupa beberapa bagian, tapi bisa mengecek dan mencocokkan dengan file yang disimpannya. Dengan demikian, apabila kerja sama berkesinambungan, kekeliruan tadi sedapat mungkin tidak terulang. Khususnya yang menyangkut selingkung penerbit tersebut.

Kami biasanya menanyakan nama penerjemah naskah yang akan diedit lebih dulu. Bila ternyata kenal dan tahu e-mail/kontaknya, catatan dapat disampaikan langsung. Kadang catatan tersebut ditembuskan dahulu ke PIC kalau-kalau ada tambahan atau koreksi. Misalnya belum lama ini, ketika kalimat yang dicopas dari versi Original dan Final (untuk menunjukkan perubahan suntingan) ternyata sama saja. Syukurlah editor PIC teliti sehingga catatan dapat direvisi segera.

Idealnya, catatan tersebut berupa kalimat asli (dari materi sumber), kemudian hasil terjemahan, dan hasil suntingan. Di bawahnya dicantumkan referensi pendukung. Katakanlah satu kata atau idiom mengandung lebih dari satu makna, maka disebutkan makna yang lebih pas dan sumbernya dari kamus online atau cetak.

Tapi tidak jarang, jika yang jadi « masalah » hanya penataan struktur, kalimat asli tidak perlu dicantumkan. Contoh:

Di suatu tempat di antara mereka, yang akhirnya mendayung enggan, adalah kedua abangnya, yang pulang tanpa Arianna. = Tampak kedua abangnya mendayung enggan di suatu tempat di antara mereka, pulang tanpa Arianna.

Atau seperti arahan genre tertentu dari PIC sbb:

1. Count, Lady, Lord, Sir, Her Ladyship, My Lord (bukan Tuhan), Your Grace, Lady Anabelle, Uncle Pearce dsb dalam sapaan tetap seperti istilah asli dan ditulis kapital.

2. Tapi ditulis huruf kecil dan kursif jika kalimatnya seperti ini: Dia akan menjadi duke pada usianya yang ketujuh belas. Terlihat lebih seperti buruh kasar daripada seorang earl.

Temuan typo sebaiknya dimasukkan dalam catatan ini, begitu pula kekeliruan tanda baca.

Kadang karena alasan tertentu, semisal karena riset memakan waktu lama, kami menyusun catatan ini sambil jalan. Dengan kata lain, tidak menunggu editan selesai karena khawatir lupa atau terlewat. Walhasil, catatannya berantakan. Seperti di bawah ini:

judul buku, film, nama koran, nama tempat, tidak perlu diterjemahkan

terus mengoceh dengan cueknya = terus mengoceh tak peduli

tanaman ivi = ivy

Kami cukup beruntung karena para penerjemah yang dikontak selama ini kooperatif. Tambah menyenangkan karena ada satu-dua yang sering mengobrol dan rela dilampiasi « gregetan ». Sambil tertawa-tawa, tapinya:)) Intinya, mereka paham subjektivitas rasa bahasa juga.

Publicités

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s