Yang Seru-Seru Ketika Menyunting Novel Terjemahan

  1. Penerjemah memberi highlight pada kalimat atau frasa yang diragukan. Ini sangat memudahkan, apalagi jika hasil yang meragukan itu mirip jebakan mawar.
  2. Penerjemah melampirkan catatan hasil riset berikut sumbernya. Jempol.
  3. Penerjemah menandai kata tertentu kemudian membubuhkan alasan pemilihan kata tersebut, seperti yang dilakukan Reita ini.
  4. Penerjemah mudah dihubungi, cepat menjawab ketika diajak diskusi mengenai asal kata yang dipilihnya. Kadang jawaban jujurnya sangat polos dan membuat tersenyum. Misalnya, « Disaranin kata itu sama teman, » atau « Dapat dari buku [genre berbeda]. »
  5. Penerjemah memberitahu bagian yang dirasanya sulit sehingga saya bisa ancang-ancang.
  6. Penerjemah menyampaikan terus terang ketika tidak menyukai genre tertentu, sehingga berpengaruh pada hasil kerjanya. Mungkin secara kasuistis ini « berbahaya » bagi profesionalisme, namun kejujurannya kami hargai.
  7. Karena alasan di atas, ditambah pertimbangan lain, kami mengusulkan pada PIC agar penerjemah tersebut diberi genre berbeda. Tidak selalu sesuai harapan dan minat penerjemah bersangkutan, namun yang sekiranya lebih mampu dia kerjakan. Tentu saja keputusannya tetap di tangan PIC:)
  8. Penerjemah yang sangat berpengalaman menambah wawasan mengenai diksi. Bahkan ada penerjemah senior (dari segi usia dan jumlah buku yang dialihbahasakan) yang terkesan hafal KBBI luar kepala, padahal isinya berganti terus. Benar-benar menakjubkan.
  9. Di awal sampai tengah baik-baik saja, di akhir agak menurun. Ternyata penerjemah tersebut sakit namun tak enak hati untuk mundur. Kondisi yang perlu dipahami.
  10. Terkesima karena senior-senior yang sudah sepuh tidak « gentar » menggarap thriller. Tentu saja ceritanya semakin berasa menegangkan. Bahasa gaulnya, feel-nya dapet.
  11. Semakin yakin bahwa penerjemah pria tidak kalah jago beromantisasi. Suatu waktu saya menyunting terjemahan seorang bapak (mungkin malah sudah pantas dipanggil Eyang), tiap kali bertemu frasa puitis dan melankolis, termasuk yang bukan berbau percintaan (misalnya pertemanan sejati), beliau membuat air mata saya berlinang.
  12. Tadinya saya heran karena beberapa sesepuh menggunakan huruf Courier New. Mas Agus berseloroh, « Kan mirip mesin ketik. »
  13. Penerjemah scroll down tidak lepas dari kekurangan, kendati sangat minim porsinya. Namun tak urung saya terpukau oleh hasil terjemahan yang tidak ada typo-nya sama sekali.

Kalau dipikir-pikir, kami lebih sering menyunting novel daripada nonfiksi. Untuk yang terakhir itu, saya baru satu kali sedangkan Mas Agus tiga kali. Bukan karena tidak mau, tapi tawarannya lebih banyak fiksi:)

Publicités

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s