Black Beauty Graphic Novel

http://www.goodreads.com/book/show/3210732-black-beauty

Penulis: Anna Sewell

Diceritakan kembali oleh: L.L. Owens

Ilustrator: Jennifer Tanner

Penerjemah: Jarvi Kurnia Lestari

Penerbit: PT. Bhuana Ilmu Populer, 2007

Tebal: 72 halaman

 

There’s no point in turning books into pictures if the pictures add nothing to the words, demikian pendapat Ned Beauman dalam artikelnya, Comic Versions of Books Need A Novel Angle. Dalam tulisan tersebut, Beauman menyitir ucapan Art Spiegelman, « I couldn’t figure out why on Earth anyone should bother to adapt a book into… another book! »

Sebuah karya acap melahirkan banyak versi dan aneka format, terutama bila dipandang menebar manfaat yang perlu dinikmati pembaca dari berbagai kalangan usia, lebih dari sekadar buku yang bagus. Seperti laiknya film, yang tidak jarang melecut komparasi kendati sudah jelas bahwa medianya pun berbeda, format novel grafis dibebani ekspektasi pembaca versi bukunya agar tidak kehilangan kesan yang sudah terbangun.

Tatkala membaca novel grafis ini, semata yang pembaca inginkan adalah suasana baru dan ringan. Lumrah saja bila dengan ketebalan halamannya yang tidak sampai seratus, kita berniat berleha-leha belaka. Kemudian mata disergap hidangan gambar berwarna cantik, sosok kuda memesona yang mengejawantah, sebab bukan rahasia lagi bahwa interprestasi visual kadang membantu menyelami jiwa sebuah cerita, meski ada kalanya membuyarkan imajinasi pula.

Masih merujuk artikel di atas, Black Beauty bukan satu-satunya fiksi klasik yang diangkat ke dalam komik. The Man in the Iron Mask dilirik oleh Marvel, sedangkan Macbeth, Jane Eyre, dan Great Expectations digarap oleh Classical Comics. Tantangannya, tentu, membahasakan fiksi dalam gambar secara segar dengan pemilahan sub plot sesuai keterbatasan ruang.

Bagaimana dengan novel grafis yang sampulnya didominasi warna biru dan hitam ini? Adaptasinya terbilang berhasil. Adegan-adegan mengharukan masih mengundang sungai air mata, pesan-pesan bijaksana tidak pudar, dan kita masih tergedor untuk memedulikan nasib binatang melalui karya Anna Sewell yang secara eksplisit mencerminkan keprihatinannya pada hewan bernama kuda.

Singkat kata, Black Beauty versi grafis merupakan komplementer menarik bagi novelnya. Buku ini pun cocok untuk rujukan belajar anak-anak, sebab disertai pertanyaan seputar isi cerita di belakangnya.

[rating=4]

Publicités

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s