Moribito, Guardian of the Spirit

Penulis: Nahoko Uehashi

Penerjemah: Harisa Permatasari

Penerbit: Matahati, 2009

Tebal: 349 halaman

 

Perwajahan dan sampul: [rating=3]

Karakter gambar Vbi Djenggoten mengingatkan pada film animasi Avatar. Tidak bisa dikatakan melenceng, mengingat novel peraih Batchelder Award tahun 2009 ini memang telah diangkat dalam bentuk animasi. Komposisi minimalis dan warna hitam yang mendominasi menjadikan tampilan fisik Moribito tidak biasa, ditunjang ilustrasi dalam dan ukuran font yang sangat memanjakan mata.

Latar belakang: [rating=3]

Walaupun bernapas Jepang, bisa jadi pembaca berkerut kening mendapati nama-nama karakter serta tempat yang tidak beraromakan negeri matahari terbit itu. Dalam penjelasan akhir, Nahoko Uehashi memaparkan bahwa elemen-elemen dalam kisah ini sepenuhnya khayali. Toh, nuansa Jepang tetap mengejawantah, antara lain dalam bentuk festival tradisional.

Cerita: [rating=4]

Empat unsur alam, yaitu tanah, air, udara, dan api melekat dalam novel ini. Sesosok makhluk air menitipkan telurnya di tubuh Pangeran Kedua, Chagum, sehingga ia selalu bereaksi dan menguatkan diri di wilayah-wilayah berair. Sang Mikado, pimpinan tertinggi negeri New Yogo, mengambil pilihan terakhir untuk melenyapkan buah hatinya ini. Maka Balsa ditugaskan melindungi nyawa Chagum sekaligus menjaga telur yang menyebabkan pangeran cilik itu berada di dua alam, Sagu dan Nayugu. Bila telur itu sampai disantap oleh Rarunga, makhluk ganas yang selalu memburunya, maka kekeringan panjang akan melanda seluruh negeri. Balsa harus mengendalikan Chagum untuk menepiskan semua predikat bangsawannya, menyamar dengan paripurna, dan berjuang mati-matian didukung Tanda dan Master Torogai.

Hubungan unik Balsa dan Chagum kemudian akan mencuatkan sisi-sisi psikologis yang mengobrak-abrik emosi. Tentu saja disemarakkan oleh aksi pertarungan yang menjadikan cerita semakin seru, ditebari pengetahuan tentang titik-titik vital [misalnya di antara kedua mata] dan unsur bela diri lain yang berguna untuk disimak.

Perwatakan: [rating=4]

Segi inilah yang paling mengemuka dalam hidangan Moribito. Adanya karakter pokok seorang wanita ahli tombak, yakni Balsa, telah menjadi daya tarik spesial. Wanita ini bukan sekadar jagoan, masa lalunya yang tidak manis membentuk pribadi Balsa sehingga memendam amarah pada banyak hal seputar kehidupannya. Pertempuran mendarah daging dalam diri Balsa semenjak usia sangat belia, sehingga ia sempat menanam tekad untuk menyelamatkan nyawa delapan orang terkait masa silam tersebut. Tatkala ditunjuk sebagai pengawal pribadi Pangeran Kedua lantaran berjasa menolong putra Permaisuri Kedua itu, Balsa dengan berani menyatakan bahwa apa yang dianugerahkan Permaisuri justru menyodorkannya kepada maut.

Chagum, sang Pangeran Kedua, tak kalah menawan sebagai salah satu pembangun cerita. Sosoknya yang semula sinis dan rikuh menghadapi kehidupan di luar istana lambat-laun menyesuaikan diri dan menikmati jalan takdir. Kepolosan Chagum muncul tatkala ia mempertanyakan mengapa Balsa tidak menikah dengan Tanda, sang juru tenung muda. Di lain pihak, Chagum masih sukar menerima realita bahwa dirinya dipilih Nyunga Ro Im sebagai penjaga roh atau Moribito, membawa-bawa telur dalam dada dan senantiasa bersinggungan dengan bahaya.

Tanda adalah mitra Balsa yang penuh kasih. Afeksinya tak diragukan lagi, di samping kemampuan sebagai juru tenung berpotensi dan pemahamannya akan pribadi Master Torogai, sesepuh juru tenung yang menghilang ketika mengungkap keanehan dalam diri Chagum.

Tidak ketinggalan para Penafsir Bintang, Shuga yang berseberangan dengan Gakai namun kemudian diberi kepercayaan untuk menyingkap sebuah tabir esensial dalam misi menumpas Rarunga.

Penilaian keseluruhan: [rating=4]

Nahoko Uehashi yang merupakan seorang profesor bidang etnologi terbukti kompeten menyajikan kisah fantasi yang dapat dikonsumsi remaja maupun dewasa. Daftar karakter dan nama tempat disertakan guna mempermudah pembaca. Cerita yang melarutkan imajinasi menjadikan Moribito  novel fantasi yang berkepribadian.

Publicités

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s