Mengatasi Godaan Menunda

Bedakan bad mood karena jenuh dengan rasa malas yang menyamar. Alangkah baiknya jenuh yang kerap mendorong menunda pun tidak dibiarkan berlama-lama, tahu-tahu tenggat sudah di ujung tenggorokan. Berikut beberapa langkah yang pernah saya tempuh agar kembali bersemangat:

  1. Segarkan pikiran dengan browsing sejenak. Baca-baca profil penulis, kunjungi situs webnya bila ada. Jika penulis tersebut berprestasi, populer atau banyak penggemarnya, menerjemahkan atau mengedit salah satu karyanya menjadi pengalaman unik sekaligus tantangan tersendiri.
  2. Nonton film tentang penulis. Film tentang editor dan penerjemah sulit ditemukan, bahkan hampir tidak ada. Menonton yang semacam ini bisa membantu penghayatan karakter, sehingga kadang-kadang saya menganggap tengah menulis. Bukan menerjemahkan atau menyunting.
  3. Mengingat lintang pukang tim redaksi in house sangat ampuh untuk menerjang kemalasan.
  4. Melakukan pekerjaan rumah tangga. Tanpa sadar saya memikirkan pekerjaan terus, jadi adakalanya dapat ilham frasa yang pas atau kosakata ketika mencuci piring.
  5. Membaca-baca novel tentang perbukuan, misalnya ini. Juga berbagai blog dan referensi online ihwal penerjemah buku.
  6. Menghindari baca-baca ulasan atau googling nama sendiri. Demikian pula perdebatan tak berkesudahan mengenai « tarif rendah », « terjemahan tidak enak », « mendingan baca buku aslinya daripada terjemahan », dll. Buat saya, kerap kali ini melemahkan motivasi. Saya ingin mengundang energi positif seperti Sarah Dillon.
  7. Mengingat-ingat betapa tidak mudahnya perjalanan meraih cita-cita satu ini, dan betapa tidak bersyukurnya saya jika menyia-nyiakan kesempatan.
  8. Membayangkan rasa puas dan lega yang nikmat ketika pekerjaan selesai, juga ketika buku terbit dan sampai di tangan saya.
  9. Membayangkan angin puyuh deadline yang « berbahaya » apabila setelah proyek ini, masih ada yang menunggu. Jadwal beberapa waktu ke muka bisa kacau dan saya tidak akan enak tidur.
  10. Masih malas juga? Saya jalan ke muka rumah, mendengarkan riuh-rendah suara kendaraan di jalan raya di bawah sana, mengingatkan bahwa saya tak perlu panas-panasan dan kena macet untuk bekerja. Lebih-lebih, saya menekuni bidang yang disenangi.
Publicités

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s