Behind The Book: Sleepless in Scotland

Dugaan kami, desainernya Marcel A.W :))
Dugaan kami, desainernya Marcel A.W :))

Apa? Sleepless in Seattle? Syukurlah saya tidak terpeleset mengetik begitu ketika berkomunikasi dengan editor, sampai menyetor hasil suntingan tempo hari. Sungguh tidak « kompatibel » membayangkan Tom Hanks memerankan Hugh MacLean dan Meg Ryan sebagai Caitriona Hurst. Saya tidak berani menggeletakkan sembarangan buku aslinya, walau di rumah kami tidak ada anak-anak.

Kisah seri MacLean, tepatnya buku ketiga, ini menitikberatkan pada para prianya. Sudut pandang yang menyegarkan, mengingat seri Huxtable dulu mayoritas memberi porsi pada karakter wanita. Entah karena berbau Skotlandia, saya tak sempat mengecek, dialek-dialeknya unik. Saya sendiri acung jempol pada penerjemah dan tidak menduga ada historical romance dengan dialek seramai ini.

Senada dengan seri Huxtable, Sleepless in Scotland mengusung kehormatan keluarga, nama baik, hubungan internal, dan persaudaraan. Status Hugh MacLean juga menambah keberbedaan tersendiri, kendati ada yang tersamar dan tidak terjawab sampai akhir. Di sini terungkap salah satu « profesi » bangsawan yang kadang menimbulkan tanda tanya: dari mana sebenarnya mereka dapat uang dan kekayaan? Hugh MacLean memiliki penangkaran kuda. Keunikan lain, sosok Triona dikisahkan berkacamata kendati di cover tidak digambarkan demikian.

Seri ini mengandung unsur fantasi, walaupun minim. Keluarga MacLean konon dikutuk penyihir, sehingga tiap kali mereka berang, cuaca memburuk dan badai melanda.

Novel ini cocok dibaca para pengantin muda (baru menikah), karena banyak nasihat Nora, nenek Triona, yang sangat masuk akal dan bermanfaat. Kocaknya, ketika hampir selesai, saya baru tahu dua buku pertama seri ini telah terbit.

Penerjemahnya pun bercerita tentang proses kreatif menggarap novel tersebut di sana.

Catatan lain: editor penanggung jawab tidak menyangka saya mau menggarap historical romance lagi, dikiranya saya jera:p

Publicités