Sama Saja

Waktu itu, M, ponakan saya masih SD. Dia gemar sekali menjadikan saya « objek » tugas sekolah. Mulai dari mewawancara untuk profil karier sampai tugas menulis puisi untuk pelajaran bahasa Indonesia.

Tempo hari saya mengajarinya dengan meneruskan beberapa kalimat yang sudah dia tulis. Iya, memang bukan teladan yang baik, tapi saya sudah capek dan M juga tidak akan selesai-selesai kalau berkutat di puisi terus.

Esok siangnya saya lihat di tempat tidur dia, kertas puisi itu menggeletak. Dengan lugu M mengaku ketinggalan karena tergesa-gesa dan menulis yang baru di sekolah.

Sekian tahun kemudian, M menjadi mahasiswi semester satu. Dia bergabung dengan klub jurnalistik kampus dan ditugasi menulis kolom kuliner. « Kolom itu apa, Tante? » tanyanya penuh minat, termasuk ketika saya menjelaskan dan memberi contoh. Juga mengoreksi tulisannya yang disuruh revisi. Tapi hanya memberi panduan, tidak mengerjakan untuk dia. Enak aja:p

Beberapa minggu setelahnya kami bertemu lagi. Saya tanyakan kabar kolomnya. M menjawab, « Nggak jadi dimuat, Tante. Nggak tahu deh kenapa. »

Publicités