Herlambang Bayu Aji: Dalang Wayang Rajakaya

“Ketika mengambil jurusan seni, Ibu sempat melarang karena tidak ingin anaknya menjadi seniman. Agar direstui, saya pun berbohong bahwa saya ingin menjadi guru kesenian,” kenang anak bungsu dari 10 bersaudara ini.
— Saya dan suami ngakak baca ini. Dulu saya bilang apa ya supaya diizinkan kuliah Sastra?:))

Solo Grafi

Semuanya berawal ketika ia harus menciptakan karya untuk tugas akhir kuliahnya di Jurusan Seni Rupa Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo, tahun 2005.  Pilihannya jatuh pada lukisan wayang. Bukan wayang kulit Purwa –pewayangan dalam epos Ramayana dan Mahabarata, melainkan wayang binatang. Kepiawaiannya melukis gaya figuratif berhasil menciptakan karya wayang Rajakaya yang menurut dia merupakan hasil kreasi kolaboratif antara wayang Kancil dan wayang Purwa.

Kreasinyanya tidak hanya berhenti pada lukisan untuk tugas akhir. Hobinya bermain teater sejak kuliah membuatnya melahirkan ide kreatif lain, yaitu menjadikan seni rupa sebagai media ekspresi gerak (seni pertunjukan) dengan menggunakan konstruksi dasar wayang.

“Konsep lukisan saya adalah wayang kulit, bukan boneka. Akhirnya saya tidak hanya membuat wayang, tapi juga lakon dan memainkannya sendiri sebagai dalang,” kata pemuda yang tahun 2006 lalu mengikuti pertukaran kebudayaan Indonesia-Jerman di Berlin, Jerman, ini.

Menurut dia, pada wayang Kancil, bentuk manusia binatang masih sangat realis. Manusia…

View original post 856 mots de plus

Publicités