Kavling Tanpa Penghuni

Ini sih googling iseng. Akibat keteledoran saya dulu, opsi buka blog tidak dicentang dan jadilah id ini hanya bisa untuk akun email:D
Ini sih googling iseng. Akibat kemalasan saya dulu, opsi buka blog tidak dicentang dan jadilah id ini hanya bisa untuk akun email:D

Alkisah, belum lama ini saya membantu seseorang membuka akun blog gratisan. Seperti halnya email, pemilihan nama kerap memakan waktu karena dicek dulu oleh penyedia layanan kalau-kalau sudah ada yang « ngetek ». Bahasa Sundanya, « ngecup ».

Ketika memperhatikan nama-nama yang sudah ada pemiliknya itu, saya teringat artikel suatu majalah sekian belas tahun silam. Topik bahasannya mengenai makelar domain. Nama-nama yang terkenal dan biasanya singkat sudah dipegang semacam makelar. Bila peminat ingin menebus, harganya sangat tinggi. Kalau tidak, cari nama lain yang sebisa mungkin mudah diingat. Ini tidak mudah, lebih-lebih harus sederhana dan tidak kepanjangan.

Lalu timbullah keisengan saya mengamati nama-nama yang sudah diambil blogger lain tadi. Katakanlah, ini contoh… bungamawar. Mawarmerah sudah ada yang ambil, begitu pula « mawarberduri ». Namun ketika saya buka-buka alamat tersebut, cukup mengecewakan. Ada yang kontennya tidak sesuai nama sama sekali, ada juga yang relevan namun masih kosong melompong. Kalaupun sudah diisi, postingan sedikit dan yang terakhir sekian tahun berselang.

Menurut saya, ini tak ubahnya beli rumah sekadar untuk investasi. Tidak dihuni kalau dikontrakkan sih, agak mending. Tapi dibiarkan kosong kemudian rusak, lantas ambruk… mubazir juga. Padahal nama-nama blog tadi lumayan spesifik dan berpotensi menarik banyak pengunjung dengan kata kunci yang mudah. Jadinya seperti nyasar saja.

Tapi namanya juga gratis, wajar kalau seperti balapan. Masalah dipakai atau tidak, ya gimana nanti.

Publicités