Tokoh Utama Naskahmu Bukanlah Matahari

Saya pernah baca seorang penulis kenamaan berpendapat di wawancara majalah, « Hindari membuka naskah/cerita dengan « burung-burung berkicau pagi itu ». » Ini membosankan, katanya, dan kurang kreatif. Saya teringat anggapan banyak orang mengenai karakter gambar masa SD dulu yang seragam, gunung dan kiri-kanannya ada pohon kelapa.

Deskripsi bukannya selalu harus dibuang, ada juga yang penting. Dalam naskah yang mengandung nilai traveling misalnya, deskripsi bangunan sangat perlu. Terlebih jika tempat itu belum banyak diketahui orang.

Kembali pada fiksi, saya pernah terlibat urun pendapat suatu tahun di grup PBA (Penulis Bacaan Anak) ihwal monotonnya naskah yang dibuka dengan pagi dan matahari bersinar. Celetukan saya waktu itu, « Jika waktu bangun mataharinya sudah muncul, berarti si anak kesiangan dong? » Saya mencontohkan, « Bagaimana kalau realitanya begini « Hari sudah pagi, aku tidur lagi »? »

Matahari memang paling sering muncul dalam representasi cuaca atau deskripsi cerita fiksi. Saya pernah menyunting naskah novel yang memunculkan matahari berkali-kali, sampai berpikir tokoh utamanya ya matahari itulah:))

Publicités