U(t)ang dan Mental

Ketika membaca suatu majalah bulanan belum lama ini, saya iseng mengamati tataletak artikel. Di salah satu rubrik, terpampang besar semacam anjuran berutang yang mengiming-imingi atau membolehkan berutang sebagai jalan jadi kaya. Ada pakar keuangan yang berpendapat berbeda, mengatakan bahwa utang tidak bisa jadi sarana mengayakan diri. Komentar ini ditulis sangat kecil dalam kotak, di pojok, dan nyaris tak terbaca.

Namun menariknya, di rubrik lain yang meniupkan semangat wirausaha, yang dibeberkan sedari mula adalah kesulitan sang pengusaha. Termasuk ketika dia hampir bangkrut. Ihwal omzet besarnya, dicantumkan kecil di kotak yang di sudut seperti tadi.

Kemarin secara berturut-turut saya menyimak bincang-bincang di TV dengan pebisnis dan pemimpin organisasi. Mereka menyebut perilaku keuangan (dan gaya hidup) orang Indonesia menyangkut mental. Gengsi kalau tidak punya sendiri, padahal sering kali senangnya cuma beli.

Saya mengamati hal lain, masalah bayar-membayar. Meski sadar kewajiban, kita sering mengeluh setelah melunasi sesuatu. Mungkin angsuran bayar sekolah, cicilan rumah, atau lainnya. Manusiawi memang, sesudah susah payah mencari nafkah, ketika uang di tangan rasanya sayang mengeluarkan sedikit saja. Tapi saya terngiang ucapan almarhum Zainuddin MZ di ceramah radio suatu pagi, « Orang sering sayang mau bayar utang, menunda-nunda. Padahal itu sama saja menahan hak orang lain. »

Utang di sini tentu saja bersifat kewajiban secara umum. Misalnya tagihan listrik dan iuran warga rutin. Menunda memang enak dan enteng, tapi bikin kesel petugas bersangkutan karena menghambat pekerjaannya juga. Dan seterusnya.

Jadi saya mengamini obrolan dua kerabat baru-baru ini. Yang satu bercerita, « Nggak kerasa ya, ngurus sertifikat rumah ini uang ngocor terus kayak air keran. » Ditimpali satunya, « Mendingan uang abis tapi urusan beres, daripada uang udah abis tapi belum kelar. »

Pikir-pikir, iya juga. Tidur tak punya utang itu lain banget rasanya:))

Publicités

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s