Nasihat Tentang Berencana

Ini pengalaman seorang kerabat, disampaikan tadi pagi.

Beliau dan istrinya memiliki anak tunggal. Semua rencana disusun sangat rapi, uang ditabung dan disisihkan untuk kepentingan anak. Dicita-citakan di mana SD-nya, SMP-nya, dan seterusnya. Mereka juga membeli rumah khusus untuk masa depan sang anak tercinta.

Ketika menginjak SMA, anak mereka tiba-tiba jatuh sakit dan meninggal. Bukan main sedihnya pasangan itu, hingga kini terpukul tak sudah-sudah. Sang suami meracau, « Buat apa uang yang menumpuk itu? Padahal sudah berencana begini dan begitu… sudah setengah jalan… »

Untuk apa uangnya sekarang? Berobat, karena pasutri tersebut stres dan sebentar-sebentar sakit. Penghiburan bahwa mungkin ini yang terbaik dan sebagainya belum dapat diterima.

Saya hanya bisa tertegun. Lalu merenung lama sekali.

Publicités

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s