DIY Ala Kami

Soal keterampilan tangan, Mas Agus pakarnya. Saya hanya mencoba cari-cari ide kreasi supaya barang yang ada bisa jadi multifungsi.

Tas mukena untuk wadah barang-barang kecil sewaktu bepergian ke luar kota/menginap. Kadang dijadikan tas kondangan juga.

Ceritanya daripada repot-repot beli karena saya hanya suka tas ransel.

Kain batik panjang untuk tirai. Dilapis agar cahaya lampu tidak masuk kamar.

Kaca jendela ini pecah waktu mau dipasang. Karena repot kalau beli lagi, bagian bawahnya diselotip banyak-banyak. Bisa menghalangi pandangan sebab ini untuk jendela kamar depan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Meja komputer berumur 9 tahun ini sudah beberapa kali disesuaikan ukurannya karena keterbatasan ruang. Sekarang didaur ulang menjadi tempat amunisi alias berbagai kudapan. Kalau ada tamu yang risi dan tidak biasa makan di sembarang tempat ala kami, bisa pakai meja ini.

 

Roll untuk mengecat di tembok yang tinggi disambung dengan paralon bekas.

Tutup lubang pembuangan dengan potongan keramik. Dari situ sering muncul aneka binatang soalnya.

Ini bukan kreasi. Ide biasa saja. Karena saya tak suka lantai putih (dinding juga sih), dan slordig sehingga gampang terpeleset, pakai ubin hitam yang rada kasar permukaannya.

Gelas yang pecah kupingnya untuk wadah alat tulis. Sarung cangkir buatan Nung itu sayang kalau dipakaikan gelas yang masih dipakai minum, karena saya malas mencuci. Jadi buat wadah ini saja:D

Kain batik panjang untuk seprai tempat tidur kecil: pas. Wangi lilinnya jadi aromaterapi.

 

Ini motor orang yang ditutupi handuk agar tidak kepanasan. Motor kami biasanya ditutupi jas hujan saat panas dan hujan. Sampai ada yang bilang, « Walah, motor aja sampe segitunya. » Lha, belinya kan bukan pake daun?:p

Jemuran dibuat lebih tinggi talinya supaya lebih cepat kering, di mana pun posisinya.

 

Karena sering sakit pinggang waktu nyuci, ditinggikan sedikit.

 

Bukan niru film Korea, tapi supaya tak banyak cucian piring.

Meja dari ubin yang sering dikira meja dapur oleh tetangga sewaktu bikin. Kadang jadi meja kerja, meja tulis manual, naruh barang, menyampul seperti ini, pernah juga saya pakai nyetrika sambil berjemur pagi-pagi.

 

 

 

Publicités

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s