Mencari Badai Kata di Wordstorm Festival, Darwin

Ketika cerpen terjemahan kami dibacakan di Wordstorm Festival, 2012

Yudhi Herwibowo

Saya bagai debu yang terhempas menuju tanah yang tak terkenali. Sosok asing yang menenteng ransel lusuh dengan selembar undangan sebuah festival: wordstorm.

Image

Selalu, selalu, selalu: beberapa hari sebelum berangkat, dalam suasana tak terlalu tenang ada saja kerikil terinjak. Kamera yang baru direparasi kembali ngadat. Padahal esok paginya saya harus menuju bandara, dan semua uang telah ditukarkan dalam dollar Australia. Untunglah di tengah malam, mbak sanie b. kuncoro mau berbaik hati mentransfer agar paginya saya bisa membeli kamera.

Tiba pukul 03.00 dinihari waktu Darwin, saya berada di suasana yang asing. Surat rekomendasi dari panitia cukup membuat semua lancar. Pak Rizal, dari pihak konsulat Indonesia akhirnya datang menjemput. Ia membawa saya ke rumah konsulat, rumah yang ada di belakang Konsulat Indonesia, yang memang diperuntukkan buat tamu-tamu yang mewakili negara.

Di sana, ada 2 staff konsulat sebelumnya. Hesti dan Niken. Namun Hesti ternyata baru datang sehari sebelum kedatangan saya. Dan baru esok paginya…

View original post 1 355 mots de plus

Publicités

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s