Dari Kliping Artikel Karier

Untuk mempersiapkan diri masuk dunia kerja (baik kantoran maupun selaku pekerja lepas), saya mengumpulkan kliping artikel karier dari berbagai majalah dan media cetak lainnya sewaktu masih kuliah. Belum lama ini saat beres-beres, saya menemukan map kliping itu dan membaca lagi sedikit demi sedikit karena memang sangat membantu.

Di bawah ini petikan artikel Cuti Panjang dan Evaluasi Kerja yang ditulis Ibu Eileen Rachman, Direktur Experd (waktu itu), di majalah Femina terbitan tahun 1996. Kendati yang dibahas masalah dunia kantoran, menurut saya relevan juga dengan bidang pekerja lepas.

Karyawan yang bersemangat tinggi dan berpotensi, sering memulai kariernya dari tugas-tugas pelaksana teknis yang membosankan. Hal ini memang diperlukan agar ia menguasai keterampilannya, bahkan mempunyai feeling mengenai pekerjaannya. Namun demikian, suatu pekerjaan tidak sekadar menuntut pelaksanaan saja.

 

Jadi apakah kerja sampingan menjadi tabu? Untuk para pemula dalam berkarier memang harus lebih hati-hati dan banyak pertimbangan. Namun justru orang-orang yang sudah mapan dalam karier, yang telah memiliki ‘properti intelektual’ dan mengantongi ‘jam terbang’ banyak dari pekerjaan utamanya, dapat memanfaatkan kerja sampingan yang cocok. Apalagi bila ia pandai memanfaatkan ‘waktu senggangnya’ plus memiliki energi lebih. Misalnya, seorang manajer penjualan yang berpengalaman bertahun-tahun kemudian bisa menjadi pembicara dalam panel diskusi mengenai produk lain yang tidak ada hubungannya dengan produk yang sedang dijual. Contoh lain, seorang dosen kemudian menjadi kolumnis di suatu majalah sebagai hasail dari armchair research (maksudnya: riset dari belakang mejanya) yang dimilikinya selama bertahun-tahun membimbing mahasiswa.

 

Sering kali tidak dapat dihindari, hari pertama kita kembali dari cuti, terutama bila cuti untuk waktu yang lama, diwarnai dengan acara tukar-menukar cerita, baik mengenai cuti yang kita lalui maupun cerita di kantor selama kita tidak ada. Bila iklim kerja kita memang seperti itu, usahakan agar masuk kembali di hari yang biasanya tidak terlalu padat pekerjaan, misalnya menjelang akhir pekan, sehingga kehadiran kita tidak mengganggu jalannya pekerjaan di kantor.

 

 

Publicités

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s