Bersih-bersih Senin

Beberes ala Misae Nohara

Bagi saya, bersih-bersihnya nggak mesti Jumat:)

Secara berkala, saya gemar mengutak-atik postingan lama di blog yang mungkin saja bermanfaat bagi pembaca lain. Biasanya saya rapikan sedikit, ganti kata pengantarnya saat di-share di jesos, atau ditampilkan di halaman muka sebagai Sticky Post selama beberapa waktu. Ini terilhami Femmy yang memanfaatkan kilas balik di blog Catatan Penerjemahan.

Yang hari ini saya lakukan adalah hal yang sudah lama tertunda: berbenah file Media di web.

Ada beberapa foto yang saya pinjam dari situs gratisan, padahal setelah ditinjau ulang, nggak perlu-perlu amat. Semua itu saya hapus dan saya ganti dengan foto jepretan sendiri. Jika postingannya kependekan sehingga mirip curhat di jesos, topiknya kurang seru menurut saya, tidak terlalu penting, sekalian saya hapus juga. Kuota hosting saya pun jadi longgar.

Semangat bersih-bersih ini merupakan perpanjangan mengoprek isi ponsel Android saya minggu lalu. Setelah menahan diri karena banyak alasan, saya hapus salah satu aplikasi berat yang jarang dipakai. Tidak terlalu berpengaruh ke memori memang, lantaran saya install aplikasi lain lagi. Tapi setidaknya itu kamus, lebih berguna untuk saat ini. Baterai jadi cepat habis pun lebih « sepadan ».

Sebelumnya, saya sempatkan mem-backup isi harddisk Mas Agus dan laptop sendiri. Dia masih sibuk sekali dan belum mengategorisasi dokumennya, jadi saya masukkan saja semua dengan nama berbeda supaya file lama tidak tertimpa. Siapa tahu masih dibutuhkan, biasanya sih begitu. Ternyata seluruh file-nya cukup besar dan saya harus menghapus sekitar 4 GB isi Sigit (begitu nama hardddisk eksternal kami) agar ada ruang. Dengan tega, saya hapus saja file film seri Korea kesayangan (padahal sih nggak pernah ditonton lagi) sebesar 17 GB. Lumayan kan? Apalagi banyak juga file saya yang nebeng nongkrong di Sigit Mas Agus, padahal saya punya Sigit sendiri. Jadi ingat analisis menohok di seri Mentalist tentang pakaian wanita yang lebih banyak di lemari, sampai dua kali lipat pakaian pasangannya.

Tapi yang membuat saya tega menghapus sebenarnya bukan itu. Kalau selalu sayang file, mesti beli berapa harddisk Eksternal untuk menampungnya? Setara berapa kilo beras? Berapa liter bensin nonsubsidi? Kan lebih baik ditiadakan sebagian, secara permanen jika perlu. Mengutip dialog di seri CSI, untuk mengetahui rahasia seseorang, cukup korek sampahnya.

Memang, merawat barang dan menjaganya adalah tindakan positif guna mencegah kebiasaan konsumtif. Agar tidak sebentar-sebentar beli lagi. Misalnya mendudukkan laptop di meja dengan kipas, menghindarkannya dari barang elektronik lain dalam jarak tertentu, dan tidak memangkunya serta tidak meletakkannya di kasur, adalah langkah preventif. Bukannya karena pingin santai-santai menatap layar lalu « memecahkan masalah » di atas dengan membeli gadget lain. Ini menurut saya pribadi.

Kembali ke urusan irit, menimbun bukanlah penghematan. Malah nambah kerjaan.

 

Publicités

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s